Tak Mau Kecolongan, DKPP Periksa Babi Terrnak di Bintan
Peternak babi di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri diminta waspada penyakit African Swine Fever (ASF).
Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBINTAN.com,BINTAN - Peternak babi di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri diminta waspada penyakit African Swine Fever (ASF).
Tak ingin kecolongan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan turun memeriksa kandang babi yang diternak.
Pengecekan kandang babi itu dilakukan Kamis (10/10/2019) kemarin.
Peternakan babi di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri berada di Kecamatan Gunung Kijang, Bintan Timur dan Toapaya dengan jumlah lebih kurang 1.024 ekor.
"Sampai sejauh peternakan babi di Kabupaten Bintan ini masih aman," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan, Khairul melalui Kasi Kesehatan Hewan DKPP Kabupaten Bintan, drh Iwan Berri Prima Jumat (11/10/2019).
• Ancam Peternak Babi, Kementan Perketat Pengawasan ASF di Selat Malaka
• Ternak Babi di Pulau Bulan Batam Beromset Rp 1,092 Triliun Setahun
• Habis Telan Babi Hidup-hidup, Ular Piton 7 Meter Ganas Bergumul dengan Pawang, Warga Histeris
Virus yang menyerang babi melalui vektor caplak atau kutu Ornithodorus moubata, di Selatan Sahara, Afrika ini buat Pemerintah Tiongkok dan Korea Selatan menetapkan negara tersebut darurat nasional sehingga harus segera dikendalikan.
Bahkan beberapa negara antara lain Myanmar, Vietnam, Timor Leste dan Kamboja telah diserang penyakit ini.
"Virus yang menyerang babi ini harus diwaspadai meskipun peternakan babi di Kabupaten Bintan tidak sebesar di daerah lainnya," ucapnya.(tribunbatam.id/alfandisimamora)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/periksa-kesehatan-babi-ternak.jpg)