KARIMUN TERKINI

Setiap Bulannya 80 Pasien Cuci Darah, Sekarang Tidak Perlu Dirujuk ke Batam Lagi, Mengapa?

biasanya setiap pasien cuci darah akan dilayani setiap pekannya sebanyak dua kali atau sebulan delapan kali.

Setiap Bulannya 80 Pasien Cuci Darah, Sekarang Tidak Perlu Dirujuk ke Batam Lagi, Mengapa?
TRIBUN BATAM/RACHTA YAHYA
Seorang pengendara melintas di depan RSUD Muhammad Sani Karimun di jalan Poros. TRIBUN BATAM/RACHTA YAHYA 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani Kabupaten Karimun melayani sebanyak 80 pasien cuci darah setiap bulannya.

Kondisi ini telah dapat dilayani oleh RSUD Muhammad Sani setelah memiliki penambahan alat cuci darah.

Dimana sebelumnya rumah sakit plat merah tersebut hanya memiliki 10 unit alat cuci darah.

Sehingga sekitar 10 hingga 15 pasien terpaksa dirujuk ke rumah sakit di Kota Batam.

Inovasi RSUD Muhammad Sani Karimun, Aplikasi Sipencet dan Sibordi Bisa Memudahkan Tugas Dokter

RSUD Muhammad Sani Karimun Berinovasi Pelayanan Berbasis Online, Pasien Bisa Tentukan Waktu Berobat

Anwar Hasyim Kembalikan Formulir Pendaftaran Pilbup Karimun, Ini Alasan Dia Maju Lagi

Namun saat ini RSUD Muhammad Sani telah memiliki 20 unit alat cuci darah setelah mendapatkan tambahan.

Direktur RSUD Muhammad Sani Kabupaten Karimun, Zulhadi mengatakan, kondisi ini membuat pasien tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah.

"Terjadi peningkatan 10 pasien cuci darah dari 70 pasien sebelumnya. Namun kini kita tak pelru lagi merujuk," kata Zulhadi, Kamis (10/10/2019).

Disampaikan Zulhadi biasanya setiap pasien cuci darah akan dilayani setiap pekannya sebanyak dua kali atau sebulan delapan kali.

Dalam penggunaannya, RSUD Muhammad Sani menggunakan sebanyak 15 alat. Jumlah ini telah dapat melayani seluruh pasien.

Sedangkan sisanya dipersiapkan sebagai cadangan ketika ada peralatan yang rusak.

Zulhadi menyebutkan penambahan 10 alat cuci darah bersumber dari hasil kerjasama dengan pihak ketiga.

"Jadi pihak ketiga ini yang menyiapkan alatnya. Kita yang siapkan ruangannya. Sistimnya pinjam pakai," jelasnya. (ayf)

Penulis: Elhadif Putra
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved