KARIMUN TERKINI

Inovasi RSUD Muhammad Sani Karimun, Aplikasi Sipencet dan Sibordi Bisa Memudahkan Tugas Dokter

Aplikasi pertama bernama Sistem Pendaftaran Cepat dan Tepat (Sipencet). Sistem ini menyediakan fasilitas berupa aplikasi pendaftaran berobat.

Inovasi RSUD Muhammad Sani Karimun, Aplikasi Sipencet dan Sibordi Bisa Memudahkan Tugas Dokter
tribunbatam.id/elhadif putra
Bupati Karimun, Aunur Rafiq meresmikan aplikasi Sipencet dan Sibordi RSUD Muhammad Sani. 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani Kabupaten Karimun membuat inovasi untuk meningkatkan pelayanan.

Adapun inovasi adalah meluncurkan dua pelayanan berbasis online. Kedua aplikasi itu dapat diakses masyarakat menggunakan ponsel android.

Aplikasi pertama bernama Sistem Pendaftaran Cepat dan Tepat (Sipencet). Sistem ini menyediakan fasilitas berupa aplikasi pendaftaran berobat.

Dengan menggunakan aplikasi ini tak perlu lagi antri berlama-lama. Pasalnya pasien dapat menentukan jadwal sendiri untuk berobat.

"Pasien bisa menentukan jamnya sendiri. Jadi bisa mengurangi antrian, mulai dari pendaftaran maupun di rawat jalan," kata Direktur RSUD Muhammad Sani, Zulhadi.

RSUD Muhammad Sani Karimun Berinovasi Pelayanan Berbasis Online, Pasien Bisa Tentukan Waktu Berobat

Bukalapak Tawarkan Pinjaman Tanpa Agunan

Anwar Hasyim Kembalikan Formulir Pendaftaran Pilbup Karimun, Ini Alasan Dia Maju Lagi

Selain Sipencet, aplikasi kedua bernama Sistim Informasi Labor dan Radiologi (Sibordi). Aplikasi ini memudahkan para dokter yang menjalankan tugas baik itu pasien rawat inap dan lainnya.

Melalui aplikasi ini maka dapat mengakses langsung membaca hasil labor dan radiologi melalui ponsel android.

"Jadi pasien tidak perlu lagi bawa film hasil rontgen. Cukup dikirimkan file hasil rekam rontgen melalui ponsel androidnya, atau bisa dikirim melalui email," jelas Zulhadi.

Zulhadi menyebutkan kedua aplikasi tersebut mulai bisa diakses, atau mulai efektif sejak Senin (14/10/2019).

Meskipun sudah menggunakan pelayanan online, namun pasien yang tidak menggunakan ponsel android masih dapat mendapatkan data-datanya.

"Datanya tetap kita simpan. Ketika nanti datang lagi berobat, tinggal sebutkan data identitas diri, bisa dicari hasil pemeriksaan terakhir. Masih akan bertahan selama lima tahun di bank data kita," papar Zulhadi.

Ditambahkan Zulhadi, jumlah pasien yang dilayani di RSUD Muhammad Sani terus meningkat. Pertahunnya rata-rata kenaikan mencapai 30 persen.

"Sehingga diperlukan terobosan dan inovasi dalam melayani pasien," tuturnya. (ayf)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved