Soal Postingan Istri Dandim Kendari Terkait Penusukan Wiranto, Benarkah Alasannya Karena Ini?
Soal Postingan Istri Dandim Kendari Terkait Penusukan Wiranto, Benarkah Alasannya Karena Ini?
TRIBUNBATAM.id - Kolonel Kav Handi Suhendi resmi dicopot dari jabatannya sebagai Dandim 1417/ Kendari, Sabtu (12/10/2019) siang.
Pencopotan jabatan tersebut dipicu unggahan istri Hendi yang berinisial IPDL di media sosial Fecebook.
Istri Kolonel Hendi mengunggah konten negatif terkait penusukan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto.
Istrinya bernama Irma Zulkifli Nasuiton memposting pernyataan nyinyiran atau ujaran negatif untuk Wiranto di Facebook.
• Usai Menjenguk, Zulkifli Hasan Ungkap Kondisi Terkini Wiranto di RSPAD: Latihan Duduk
• Akun Instagramnya Diblokir Nikita Mirzani, Begini Reaksi Uya Kuya: Ngapa Sih Ribut-ribut
• PSS Sleman vs Kalteng Putra Pekan 23 Liga 1 2019, Tim Elang Jawa Punya Rekor Bagus
• Fakta-fakta 3 Anggota TNI Dicopot Gara-gara Status Istri yang Nyinyir Terhadap Wiranto di Medsos
Pasca-menkopolhukam baru terkena saja terkena musibah penusukan di alun alun menas, pandeglang, Banten.
Awalnya, pemilik akun Irma Zulkifli Nasution mem-posting, "Jgn cemen pak,…Kejadianmu, tak sebanding dgn berjuta nyawa yg melayang."
Posting-an atau status tersebut kemudian dikomentari pengelola akun Togar Panjaitann yang mengingatkan pemilik akun Irma Zulkifli Nasution yang tak pantas menulis nyinyiran karena merupakan istri perwira dan pejabat di lingkungan TNI AD.
"Ibu ini adalah isteri seorang Dandim di Kendari. Tidak pantas seorang isteri Perwira TNI AD membuat pernyataan superti ini."
Demikian komentar pengelola akun Togar Panjaitann.
Pemilik akun Irma Zulkifli Nasution mengungkapkan alasanya dirinya menulis status tersebut.
Irma menyebut ia hanya ingin banyak warga yang menderita dan meninggal akibat kebijakan pemerintah.
Selain itu, dia juga mengaku berasal dari keluarga tentara dan polisi.
"Maaf pak Togar Panjaitann kenapa tdk pantas,..
saya seorg istri Dandim dan jg seorang manusia biasa yg mempunyai perasaan,apayg saya sampaikan tdk menghina siapapun,..
jutsru saya seorg istri perwira pak, yg merasakan perasaan berjuta rakyat mati Lbh mngiris kalbu, mohon maaf apabila bpk tdk berkenan."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/12102019-sertijab-kolonel-hendi.jpg)