Senin, 13 April 2026

110 Ribu Pasukan Dikerahkan, Korban Topan Hagibis Dekati 70 Orang

Topan Hagibis melabrak negara itu dengan kecepatan angin hingga 216kmh, tapi hujan deras yang menyertai badai menjadi perusak utama.

Kyodo News
Banjir setelah Topan Hagibis yang disertai hujan lebat melanda Jepang, Sabtu lalu 

TRIBUNBATAM.ID, TOKYO - Tim penyelamat di Jepang berjibaku sepanjang Selasa (15/10/2019)  untuk mencari para korban Topan Hagibis yang menyerang negara itu, Sabtu (12/10/2019).

Para petugas semakin putus asa untuk mencari korban selamat di tengah wilayah yang luluh-lantak dan genangan air yang masih tinggi.

Media setempat menyebutkan, hingga Selasa sore, jumlah korban sudah mencapi 70 orang dan belasan orang lain dilaporkan hilang.

Topan Hagibis menghantam Jepang pada Sabtu malam, dengan sapuan angin kencang disertai hujan yang belum pernah terjadi sebelumnya, memicu tanah longsor dan menyebabkan puluhan sungai meluap.

Indonesia Mid Amatuer Open 2019 Banyak Diikuti Pegolf Luar Negeri, Atlet Golf Singapura Posisi Akhir

VIRAL Fenomena Crosshijaber, Polres Kebumen Tak Mau Kecolongan, Ini Kata Ketua MUI

Kepala BP Batam Rudi Rombak Pejabat BP Batam, Semua Wajib Jalani Assesment Test Ulang

Topan Hagibis melabrak negara itu dengan kecepatan angin hingga 216kmh, tapi hujan deras yang menyertai badai menjadi perusak utama.

Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan tidak ada rencana untuk memperlambat operasi penyelamatan. Sebanyak 110.000 petugas yang terdiri dari polisi, penjaga pantai, petugas pemadam kebakaran dan pasukan militer dikerahkan.

Kereta api cepat atau kereta peluru terjebak banjir (AFP)

"Saat ini di daerah yang rusak, upaya penyelamatan dan pencarian yang hilang terus dilakukan sepanjang waktu," kata Abe kepada parlemen seperti dilansir TribunBatam.id dari Kantor Berita AFP.

Abe menyebutkan bahwa dinding-dinding sungai yang pecah langsung diperbiki dan di lokasi banjir juga dikerahkan pompa untuk menyedot air dari lokasi banjir.

Kantor perdana menteri mengatakan lebih dari 3.000 orang telah diselamatkan setelah bencana yang melanda 36 dari 47 prefektur negara itu.

Kementerian pertahanan telah mengerahkan beberapa ratus tentara cadangan di samping tentara yang aktif untuk pertama kalinya sejak gempa bumi dan tsunami 2011.

Pejabat pemerintah memperingatkan bahwa hujan deras sepanjang hari Selasa di beberapa wilayah juga hal yang masih perlu diwaspadai.

"Kami meminta orang-orang untuk tidak lengah dan tetap waspada sepenuhnya," sekretaris kabinet utama Yoshihide Suga kepada wartawan.

Hingga Selasa, sejumlah wilayah di Jepang masih digenangi banjir (AFP)

Setidaknya 176 sungai meluap, termasuk di pusat Nagano, tempat tanggul yang dilewati mengirim air dari sungai Chikuma, mengalir ke lingkungan perumahan dan menenggelamkan kereta peluru (kererta api cepat) di sebuah depot hingga jendela mereka.

Kematian dilaporkan menyebar di hampir seluruh prefektur, termasuk ibu kota Jepang, Tokyo, namun kerusakan paling parah dilaporkan di bantaran sungai Chikuma yang runtuh di Nagano

Hingga Selasa pagi, sekitar 34.000 rumah tangga masih tanpa listrik, dan 133.000 rumah tidak memiliki air.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved