Ada 173 pasien RSUD Bintan terjangkit ISPA, Toni : Paling Banyak Bulan Juni Sampai September

Hingga September, ada 173 orang mendapat perawatan di RSUD Bintan akibat ISPA. Jumlah pasien paling banyak saat kabut asap kiriman masuk ke Bintan.

Ada 173 pasien RSUD Bintan terjangkit ISPA, Toni : Paling Banyak Bulan Juni Sampai September
tribunbatam.id/istimewa
Bupati Bintan, Apri Sujadi memberi arahan di RSUD Bintan, Provinsi Kepri. Foto Ilustrasi. 

TRIBUNBINTAN.com,BINTAN - Sebanyak 173 orang mendapat perawatan di RSUD Bintan karena terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Data ini merupakan jumlah pasien yang berobat hingga bulan September di tahun 2019. 

Humas RSUD Bintan dr Toni Masruri mengatakan, 173 orang ini merupakan pasien yang menjalani rawat inap dan dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD). 

"Untuk pasien yang rawat jalan, sistem kami belum bisa mendeteksinya,"ujarnya Selasa (15/10/2019).

Toni menyebutkan, pasien yang paling banyak ditangani pada bulan Juni sebanyak 38 pasien, Agustus sebanyak 33 orang pasien dan bulan September sebanyak 29 orang pasien.

Toni belum bisa memastikan ketika disinggung meningkatnya pasien ISPA karena dampak kabut asap kiriman. 

Udara Batam Tidak Sehat, 1 Pasien Tumbang Terserang ISPA, Dirawat di RS Embun Fatimah Batam

RSUD Bintan Tarik 17.300 Tablet dan 3.975 Ampul Obat Mengandung Ranitidin

Besides Humans, Orangutans Are Also Affected By ISPA Caused of Forest And Land Fire

"Memang masyarakat yang paling banyak terkena penyakit ISPA itu saat kabut asap kiriman mulai masuk wilayah Bintan," ungkapnya.

Toni juga menjelaskan, penyakit ISPA berawal dari gejala batuk, pilek disertai dengan demam.

ISPA sangat mudah menular dan dapat dialami oleh siapa saja, terutama anak-anak dan lansia.

Sesuai dengan namanya, ISPA akan menimbulkan peradangan pada saluran pernapasan, mulai dari hidung hingga paru-paru.

Kebanyakan ISPA disebabkan oleh virus, sehingga dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus dan antibiotik.

"Walaupun demikian, seseorang perlu waspada dan mengetahui kapan saatnya perlu berkonsultasi dengan dokter, serta cara mencegah penyakit ini," tutupnya.(tribunbatam.id/alfandi simamora)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Septyan Mulia Rohman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved