BATAM TERKINI
Soerya Respationo Pertemukan Driver Online dengan Plt Gubernur Kepri, Ini Permintaan Para Driver
Puluhan komunitas driver online pun menemui Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto, Rabu (16/10/2019) sore.
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Menyikapi polemik perizinan taksi online di Kota Batam, puluhan komunitas driver online pun menemui Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto, Rabu (16/10/2019) sore.
Bertempat di lantai 5 Gedung Graha Kepri, Kota Batam, pertemuan ini pun dapat terselenggara akibat 'tangan dingin' seorang Soerya Respationo atau akrab disapa Romo.
Beberapa kali pembawa acara mengucapkan ribuan terima kasihnya kepada Romo karena telah mempertemukan mereka dengan Isdianto.
"Terima kasih Romo, karena telah memfasilitasi kami untuk bertemu pak gubernur," kata pemabawa acara sebelum memulai agenda pertemuan.
• Ribut soal Lahan di Area Perumahan Palazzo Batam, Pengacara: Itu Pisau untuk Potong Mangga
• Pengantin Baru Bakar Istri, Polisi Kejar Pelaku dan Lokasi Terlacak Hingga Permintaan Ibu Korban
• Ribut Soal Lahan di Area Perumahan Palazzo Batam, Dua Pria Diamankan Polisi karena Bawa Pisau
Dalam pertemuan ini, puluhan driver taksi online di Kota Batam mengeluh akibat permasalahan yang terjadi terkait perizinan taksi online di Kota Batam belum juga mendapat titik terang.
Seperti penurutan salah satu perwakilan komunitas driver online, Marwan.
"Karena ribut terus, bukan kami saja mengeluh. Investor pun mengeluh, wisman mengeluh," katanya saat menyampaikan sedikit unek-unek mewakili para driver taksi online lainnya.
Menurutnya, berbicara kejelasan perihal izin operasional taksi online di Kota Batam tentu harus dapat disegerakan.
Sebab, menurutnya lagi, sebelum banyak dampak negatif lainnya yang terjadi akibat perselisihan taksi online dan taksi konvensional.
"Ini uang kami, kenapa kami tidak boleh memilih moda transportasi yang akan kami gunakan untuk berkendara. Kata wisman pasti begitu. Belum lagi, keluhan ini telah lama dipendam oleh para pengemudi taksi online di Kota Batam," sambung Marwan.
Beberapa driver lainnya pun turut menyampaikan satu permasalahan lain yaitu perihal red zone (Zona Merah).
Mereka bersepakat bahwasanya red zone sangat merugikan banyak driver taksi online di Kota Batam.
Apalagi menurut salah seorang dari perwakilan ini, red zone sangat bertentangan dengan regulasi yang ada.
Pantauan Tribunbatam.id, pertemuan ini turut dihadiri pula oleh Soerya Respationo, Jumaga Nadeak, Jamhur Ismail, Putra Respati, dan para instansi terkait lainnya. (dna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/driver-online1610.jpg)