Sabtu, 9 Mei 2026

Versi Faisal Basri, 6 Menteri Ini Tidak Layak Dipertahankan di Kabinet Jokowi 2, Siapa Saja?

siapa saja enam menteri di Kabinet Kerja I yang tidak layak dipertahankan Jokowi di periode keduanya menjabat menurut Faisal Basri?

Tayang:
Yanuar Riezqi Yovanda
Ekonom Senior Indef Faisal Basri 

Versi Faisal Basri, 6 Menteri Ini Tidak Layak Dipertahankan di Kabinet Jokowi 2, Siapa Saja?

TRIBUNBATAM.id - Pelantikan Presiden 2019-2024 tinggal menghitung hari. Jelang pelantikan, berbagai wacana seputar pemeriantahan kedepan terus mengemuka.

Pun demikian dengan nama calon menteri terus ramai diperbincangkan.

Terbaru, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membocorkan mengenai kabinet yang akan membantunya.

"Ya, ada yang lama. Yang baru, banyak,” kata Presiden Jokowi setelah menerima pimpinan MPR RI, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/10/2019) siang.

Sejumlah nama menteri yang layak dipertahankan pun mencuat.

Sebut saja Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, hingga Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Namun, di luar nama menteri yang layak dipertahankan, ada sejumlah nama menteri yang tidak layak dipertahankan alias diganti.

Demikian menurut ekonom senior sekaligus pendiri INDEF, Faisal Basri.

Faisal Basri di program Layar Demokrasi
Faisal Basri di program Layar Demokrasi (Tangkap Layar YouTube CNN Indonesia)

Dalam program Layar Demokrasi yang disiarkan di CNN Indonesia, ada enam menteri yang menurut Faisal Basri, tidak dipakai lagi oleh Jokowi.

"Doa kita agar mereka tidak dipakai lagi. Saya sampaikan, saya sebut nama, mudah-mudahan bisa saya pertanggungjawabkan," kata Faisal Basri.

Lantas, siapa saja enam menteri di Kabinet Kerja I yang tidak layak dipertahankan Jokowi di periode keduanya menjabat menurut Faisal Basri?

1. Enggartiasto Lukita

Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Drs Enggartiasto Lukita (67) di Jepang.
Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Drs Enggartiasto Lukita (67) di Jepang. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Faisal Basri menyebut, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memiliki 'dosa' yang paling banyak di antara menteri lainnya.

"Menggelar karpet merah, membanjirnya impor. Menghancurkan industri dalam negeri dan penganggguran. Itu kejahatan luar biasa," kata pria berusia 59 tahun itu.

2. Rini Soemarno

Menteri BUMN Rini Soemarno saat meninjau proses instalasi girder di Cikarang Barat, Senin (30/9/2019)
Menteri BUMN Rini Soemarno saat meninjau proses instalasi girder di Cikarang Barat, Senin (30/9/2019) (dok Kementerian BUMN)
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved