UMK BATAM

UMK Batam 2020 Tak Akan Mampu Bersaing di ASEAN, Ini Usulan HKI Agar Investor Tetap Lirik Batam

Himpunan Kawasan Industri Kepri menyampaikan usulan agar Batam mampu memikat investor asing menyusul kalahnya daya saing dari sisi upah pekerja.

UMK Batam 2020 Tak Akan Mampu Bersaing di ASEAN, Ini Usulan HKI Agar Investor Tetap Lirik Batam
wahyu
Umk Batam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hioeng, angkat bicara soal nilai UMK Batam 2020 yang diprediksikan akan mencapai angka Rp 4,1 jutaan.

Angka tersebut diperoleh dari formula kenaikan 8,51 persen (inflasi ditambah pertumbuhan produk domestik bruto tahun berjalan) yang telah diumumkan pemerintah maka diperoleh angka UMK Batam 2020 berada pada nominal Rp 4.130.279.

"Dan dapat dipastikan upah ini sudah tidak kompetitif untuk regional ASEAN yang notabenenya adalah negara-negara pesaing Batam, kecuali Singapura," kata Ayung, sapaannya, Kamis (17/10/2019).

 

Ia pun mempertanyakan daya saing Batam di tengah ancaman resesi ekonomi.

Menurutnya dari segi upah, jelas Batam kalah.

"Sekarang yang harus didorong adalah dari sisi peningkatan produkvitas kerja, perbaikan aturan investasi yang lebih friendly, menjaga iklim investasi yang nyaman dan kondusif serta pemangkasan biaya logistik," ujarnya.

Soal UMK Batam 2020, Nuryanto: Percuma UMK Naik Kalau Harga Sembako Juga Naik

UMK Batam 2020 Diperkirakan Rp 4,1 Juta, Buruh Minta Naik Jadi Rp 5 Juta

Ia melanjutkan, upah minimum itu sebenarnya merupakan safety net untuk pekerja yang baru atau yang belum genap 1 tahun.

Kemudian, setelah satu tahun ke atas yang perlu diperhatikan yakni struktur upah dan skala upah (SUSU) yang berbasis kinerja.

"Sehingga setiap tahun kita tidak perlu ribut lagi dengan pembahasan upah sektoral," kata Ayung, memberi penilaian. (tribunbatam.id/dewi haryati)

Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved