5 Srikandi Kabinet Indonesia Maju Bersama Jokowi dan Ma'ruf Amin, Berikut Profil Lengkapnya

5 Srikandi menteri Kabinet Indonesia Maju bersama Jokowi dan Ma'ruf Amin, ada Bintang Puspayoga hingga Sri Mulyani.

5 Srikandi Kabinet Indonesia Maju Bersama Jokowi dan Ma'ruf Amin, Berikut Profil Lengkapnya
KOLASE TRIBUN JATENG
5 Srikandi Kabinet Indonesia Maju Bersama Jokowi dan Ma'ruf Amin, Berikut Profil Lengkapnya. 

3. Ida Fauziah

Dra. Hj. Ida Fauziyah adalah politisi Indonesia. Ia duduk sebagai anggota DPR-RI pada 1999 sampai 2018 dari Partai Kebangkitan Bangsa mewakili Jawa Timur untuk daerah Jombang, Kabupaten Madiun, Kabupaten Mojokerto, Nganjuk, Kota Madiun, dan Kota Mojokerto.

Semasa kuliah, Ida Fauziyah merupakan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Dia juga aktif di Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Korpri) PMII.

Dia pernah menjadi ketua dalam organisasi untuk perempuan. Organisasi itu, seperti Kaukus Perempuan Parlemen. Ida ditunjuk mewakili Fraksi Kebangkitan Bangsa sebagai salah satu ketua Kaukus (2002-2007).

Ditinggal Masuk Rumah Sebentar Letak Makanan, Motor Warga Batuaji Batam Raib Dibawa Maling

Ida menjadi Ketua Kaukus Perempuan Parlemen setelah ditunjuk mewakili Fraksi Kebangkitan Bangsa (PKB). Ida juga menjadi anggota Lembaga Advokasi Perempuan PP Fatayat NU pada 2000-2004.

Dalam Pilgub Jawa Tengah 2018, Ida Fauziyah dicalonkan menjadi Cawagub mendampingi cagub Sudirman Said dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

4. Sri Mulyani

Sri Mulyani juga pernah jadi Menkeu pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 2005-2010.

Sri Mulyani lahir di Bandar Lampung, 26 Agustus 1962. Dia adalah anak ketujuh dari seorang dosen Prof Satmoko dan Retno Sriningsih.

Seteleh menamatkan pendidikan menengah di SMA Negeri 3 Semarang pada 1981, Sri Mulyani kuliah di Universitas Indonesia, University of lllinois Urbana Champaign AS, hingga mendapat gelar PhD of Economics di University of lllinois Urbana-Champaign pada 1992.

Sementara jenjang kariernya di pemerintahan dimulai saat ditunjuk Presiden Sulilo Bambang Yudhoyono sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada 2004.

Sukses Selenggarakan Asian Games 2018, Wishnutama adalah Kejutan Penuh Harapan Bidang Pariwisata

Hanya setahun di Bappenas, Sri Mulyani lantas ditunjuk jadi Menteri Keuangan pada 2005-2010.

Ia juga sempat jadi Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Perekonomian pada 2008-2009. Mencuatnya kasus Bank Century membawa Sri Mulyani keluar dari kabinet.

Namun, kariernya menanjak tinggi. Ia dipercaya Bank Dunia menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia pada 2010-2016.

Pada 2016, Sri Mulyani dipanggil pulang kembali ke Indonesia oleh Presiden Joko Widodo dan langsung diberikan jabatan Menteri Keuangan hingga 2019.

Selama di periode pertama Jokowi, Sri Mulyani dinilai memiliki kinerja baik. Selain mengatur kebijakan fiskal negara, ia juga terlibat dalam kebijakan besar yakni Tax Amnesty 2016-2017.

Prestasi Sri Mulyani pun diakui dunia. Ia dinobatkan sebagai Menteri Keuangan Terbaik se-Asia Pasifik versi majalah keuangan FinanceAsia 2017, 2018, dan 2019.

Sri Mulyani juga dinobatkan sebagai Best Minister in the World Award atau Penghargaan Menteri Terbaik di Dunia dalam acara World Government Summit di Dubai, Uni Emirat Arab, pada 2018.

Predikat Menteri Terbaik merupakan penghargaan global yang diberikan kepada satu orang menteri dari seluruh negara di dunia setiap tahun.

Pada 2020, Sri Mulyani akan mengelola anggaran Kementerian Keuangan sebesar Rp 42,2 triliun, anggaran ini lebih besar dari 2018 yang hanya Rp 40,4 triliun.

5. Retno Marsudi

Seorang diplomat karier di lingkungan Kementerian Luar Negeri RI sejak 1986, Retno Marsudi (27 November 1962; 56 tahun) adalah menteri luar negeri perempuan pertama dalam sejarah Indonesia.

Alumni SMA 3 Semarang dan jebolan Hubungan Internasional FISIPOL-UGM itu pernah menduduki sejumlah posisi strategis selama berkarier di Kemlu RI.

Pada 2001 - 2003, Retno menjabat sebagai Direktur Kerjasama Intra dan Antar Regional Amerika dan Eropa.

Kemudian, istri dari Bagas Marsudi itu menjabat sebagai Direktur Eropa Barat.

Retno juga menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Norwegia merangkap Islandia pada 2005 - 2008.

Selesai menduduki pos dubes di Norwegia, Retno kembali ke Tanah Air, untuk menjabat sebagai Direktur Jenderal Amerika dan Eropa pada 2008 - 2012.

Dipaksa Buka Baju di Kolam Renang, Identitas Abash Terungkap, Lucinta Luna: Pasangan Halu

Kemudian, alumni UGM itu menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Belanda pada 2012 - 2014.

Belum selesai masa jabatannya sebagai Dubes RI di Belanda, Retno Marsudi diminta 'pulang' oleh Presiden Joko Widodo, yang menunjuknya sebagai Menteri Luar Negeri RI pada 2014 hingga periode pertama pemerintahan Presiden Jokowi berakhir.

Selama kariernya sebagai diplomat top RI, Retno Marsudi telah mendulang sejumlah penghargaan internasional, di antaranya, Agen Perubahan Untuk Kesetraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan dari Badan PBB Urusan Perempuan (UN Women) pada September 2017.

Selain itu juga penghargaan El Sol del Peru atau The Sun of Peru, dengan peringkat Grand Cross dari pemerintah Peru pada Mei 2018.

Dari tempatnya menjabat sebagai duta besar, Retno Marsudi meraih Medali Ridder Grootkruis in de Orde van Oranje-Nassau dari Kerajaan Belanda pada 2015; dan Penghargaan Order of Merit dari Kerajaan Norwegia pada 2011. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul 5 Srikandi Menteri Kabinet Indonesia Maju Pilihan Jokowi, 2 dari Semarang Jawa Tengah

Editor: Mona Andriani
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved