Google: Mesin Pencarian Kini akan Lebih Memahami Ucapan Alami, Bukan hanya Sekedar Kata Kunci

Mesin pencari Google sekarang akan lebih lihai dalam memahami kata-kata ataupun permintaan pencarian Anda yang tergolong membingungkan.

Google: Mesin Pencarian Kini akan Lebih Memahami Ucapan Alami, Bukan hanya Sekedar Kata Kunci
Techcrunch
Google Office in Singapore 

TRIBUNBATAM.id - Mesin pencari Google sekarang akan lebih lihai dalam memahami kata-kata ataupun permintaan pencarian Anda yang tergolong membingungkan.

Google mengatakan sedang memperbarui alat untuk meningkatkan analisis bahasa alami sehari-hari.

Idenya adalah membiarkan Anda untuk mengetik pertanyaan sebagaimana ketika Anda berbicara dalam kehidupan sehari-hari, alih-alih memasukkan serangkaian kata kunci yang Anda pikir lebih bisa dimengerti oleh sebuah perangkat lunak. 

Perubahan ini kemungkinan karena adanya sistem yang diperkenalkan oleh Google pada tahun lalu yang disebut BERT, atau Representasi Encoder Dua Arah dari Transformator. 

World Bank: In the Last Year, Indonesia Has Performed 5 Reforms for Ease of Business

Dengan teknik ini, perangkat lunak Google dapat lebih baik dalam mengurai konteks kalimat. 

Misalnya, jika Anda mencari informasi saat bepergian ke suatu negara , Google akan mengenali betapa pentingnya kata "untuk" (bukan "dari" atau tidak memberikan bobot yang cukup untuk memengaruhi hasil pencarian).

Perubahan terjadi ketika Google mendorong untuk memperbarui mesin pencarian, yang telah berusia lebih dari 20 tahun. 

Bikin Video Prank YouTube Jadi Gelandangan, Andika Kangen Band Malah Ditangkap Satpol PP

Google pada bulan lalu mengumumkan fitur bagi para penggunanya untuk dapat menggeser ke kiri atau ke kanan pada deret rekomendasi acara TV dan film, untuk melatih algoritma pencarian Google agar lebih baik.

Kemudian pada bulan Agustus Google juga telah menambahkan podcast yang dapat diputar ke hasil pencarian. 

Google, yang menghasilkan lebih dari 115 miliar dollar dalam setahun pada penjualannya, menghasilkan lebih dari 85 persen dari pendapatannya di sektor iklan. 

Halaman
12
Penulis: Lia Sisvita Dinatri
Editor: Lia Sisvita Dinatri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved