HEADLINE TRIBUN BATAM
Presiden Jokowi Ingin Kerja Cepat, Gubernur BI Optimis Ekonomi Tumbuh
Presiden Joko Widodo menambah jumlah wakil menteri di kabinetnya hingga 12 orang dan berharap para wakil menteri bisa mempercepat kinerja presiden.
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengatakan tahun depan ekonomi Indonesia bakal mencapai 5,3 persen.
"Kami optimistis pertumbuhan ekonomi tahun depan menuju 5,3 persen. Hasil kegiatan ekonomi meningkat dan didorong kebijakan yang akomodatif, pelonggaran likuiditas dan ditambah Kementerian Keuangan yang memberi stimulus ekonomi dari sisi pengeluaran," ujar Perry di kantor BI Jakarta, Jakarta, Jumat (25/10/2019).
Perry mengatakan, defisit anggaran pemerintah tahun depan meningkat menjadi 2,3% dari PDB.
Ini dilakukan untuk bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Karena itu pengeluarannya mesti harus ditingkatkan. Yang dipilih defisit dan pengeluaran terus didorong. Di samping kebijakan pajak yang pro pertumbuhan ekonomi," katanya.
Sementara itu, Kementerian Keuangan, menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) berdenominasi valuta asing (valas) alias global bond, kemarin.
Pemerintah menerbitkan global bond berdenominasi dua mata uang asing, yaitu dolar Amerika Serikat (USD) sebesar 1 miliar dolar AS dan euro senilai 1 miliar euro.
Direktur Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman menjelaskan, penerbitan obligasi global tersebut sebagai antisipasi potensi pelebaran defisit APBN 2019.
Pemerintah memproyeksi, defisit anggaran akan lebih lebar dari outlook di pertengahan tahun sebelumnya yang sebesar 1,93% dari PDB.
Selain itu, Luky mengatakan, penerbitan obligasi global juga memanfaatkan momentum yang tepat di tengah kondisi pasar keuangan yang relatif stabil.
“Respons dan sentimen pasar cukup positif atas pelaksanaan pelantikan Presiden dan pembentukan Kabinet Indonesia Maju periode 2019 – 2024,” kata Luky.
Penerbitan global bond berdenominasi dolar AS memiliki tenor 30 tahun dengan yield sebesar 3,75% dan spread sebesar 150,7 basis poin (bps) dengan US Treasury.
Penerbitan kali ini, kata Luky, merupakan penerbitan dengan yield dan spread terendah sepanjang sejarah transaksi global bond berdenominasi dolar AS untuk tenor 30 tahun.
Yield terendah pada penerbitan sebelumnya terjadi pada Desember 2017 untuk global bond USD 30 tahun yaitu sebesar 4,4%.
Sementara, penerbitan global bond euro memiliki tenor 12 tahun dengan yield dan spread over mid-swap bonds masing-masing sebesar 1,412% dan 130 bps.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/headline-26-oktober-2019.jpg)