Sabtu, 2 Mei 2026

HEADLINE TRIBUN BATAM

Presiden Jokowi Ingin Kerja Cepat, Gubernur BI Optimis Ekonomi Tumbuh

Presiden Joko Widodo menambah jumlah wakil menteri di kabinetnya hingga 12 orang dan berharap para wakil menteri bisa mempercepat kinerja presiden.

Tayang:
wahyu
halaman 01 TB 

Transaksi tersebut juga menjadi penerbitan dengan yield dan spread over Euro mid-swap terendah. Yield dan spread over mid-swap ini bahkan lebih rendah dibandingkan pada tenor 7 tahun yang diterbitkan pada Juni 2019 yang yield dan spread-nya sebesar 1,487% dan 145 bps.

Untuk penerbitan global bond berdenominasi dolar AS, final price guidance mengetat hingga 35 bps dari initial price guidance.

Sementara untuk global bond berdenominasi euro terjadi pengetatan hingga 30 bps dari initial price guidance.

"Dengan pengetatan ini maka level yield penerbitan USD Bonds maupun Euro Bonds lebih rendah dari fair value yield penerbitan bonds tersebut atau istilahnya inside the curve sebesar masing-masing 6 bps,” tutur Luky.

Target pemerintah

Saat, pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3% Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019, empat lembaga dunia, mulai dari Dana Moneter Internasional (IMF) hingga Bank Dunia, memproyeksikan ekonomi Indonesia tidak akan mampu mencapai target tersebut.

Mereka bahkan telah beberapa kali memangkas proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI untuk tahun 2019 dan tahun depan.

Ini terjadi karena banyaknya tantangan yang dihadapi oleh Indonesia. Mulai dari tantangan domestik seperti pergantian pemimpin negara dan para menteri hingga tantangan eksternal seperti perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China yang menyebabkan pertumbuhan global melambat.

International Monetary Fund (IMF) menyebut prospek pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia untuk tahun 2019 menjadi 5% saja.

Angka ini sama dengan perkiraan IMF di Juli. Namun sebenarnya direvisi dari proyeksi pertumbuhan pada April, yang sebesar 5,2% untuk 2019. Demikian menurut Laporan Outlook Ekonomi Dunia Oktober 2019 yang dirilis pada hari Rabu (23/10).

Sementara itu pertumbuhan global diperkirakan hanya 3% untuk 2019, level terendah sejak 2008-2009. Ini juga turun 0,3 poin persentase dari proyeksi sebelumnya di April 2019.

Pada tahun 2020, ekonomi diproyeksikan meningkat menjadi 3,4%. Turun 0,2 poin persentase dibandingkan dengan proyeksi April.

Adapun Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) memperkirakan ekonomi RI tahun 2019 hanya akan tumbuh pada angka 5,1% dan 5,2% pada 2020. Inflasi diperkirakan akan tetap stabil pada 3,2% tahun ini dan 3,3% pada 2020.

Sementara itu untuk Asia, ADB memproyeksikan pertumbuhan akan melambat dari 5,9% pada 2018 menjadi 5,4% pada 2019 dan 5,5% pada 2020.

Inflasi di seluruh negara berkembang Asia diperkirakan meningkat dari 2,5% pada 2018 menjadi 2,7% pada tahun 2019 dan 2020.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved