Jangan Main-Main, Ini Keunggulan KRI Banda Aceh 593 Karya Anak Bangsa

Dibangun oleh PT PAL Surabaya dan beroperasi sejak Maret 2011, kapal ini mampu mengangkut lima helikopter untuk operasi pengamanan.

Jangan Main-Main, Ini Keunggulan KRI Banda Aceh 593 Karya Anak Bangsa
tribunbatam.id/alfandisimamora
Komandan KRI Banda Aceh 593, Ali Setiandy menunjukkan ruangan KRI Banda Aceh 593. 

TRIBUNBINTAN.com, BINTAN - Kapal perang Indonesia ternyata memiliki kemampuan yang tidak bisa dianggap remeh, KRI Banda Aceh 593 salah satunya. 

Dibangun oleh PT PAL Surabaya dan beroperasi sejak Maret 2011, kapal ini mampu mengangkut lima helikopter untuk operasi pengamanan. 

Tidak hanya itu, kapal berjenis Landing Platform Dock (LPD) ini mampu mengangkut kapal amfibi dan tank untuk mendukung serbuan dari laut ke darat. 

Tidak hanya itu, kapal ini juga sering digunakan untuk operasi kemanusiaan dalam proses evakuasi dan melawan musuh di perairan.

Dengan luas 125 meter persegi, kapal ini dirancang secara khusus untuk mampu dipasang senjata kaliber 100 mm.

"Kapal ini merupakan kapal angkut, kapal Ampibi, tank dan Helipkter untuk docking dalam melaksanakan serbuan dari laut ke darat," ujar Komandan KRI Banda Aceh 593, Ali Setiandy, Minggu (27/10/2019).

Mengenal 6 Kapal Perang Terbesar di Dunia dari Jepang hingga Rusia

Pasukan Elite Kopassus Turun Jika Aksi 22 Mei Rusuh, Evakuasi Libatkan Helikopter & Kapal Perang

Lakukan Manuver Berbahaya, Kapal Vietnam Gertak Kapal Perang TNI AL Saat Tangkap 4 Kapal di Natuna

Ali menjelaskan, kapal ini memiliki kapasitas angkut 344 personel, tiga unit Helikopter jenis Mi-2/Bel 412 di deck dan dua di hangar, dua unit LCVP, tiga unit Howitzer dan 21 unit tank.

KRI Banda Aceh 593 sering digunakan untuk mengangkut pasukan marinir dalam melaksanakan perang atau pengamanan di perairan NKRI.

Ali menyebutkan, ada 250 unit kamar di KRI ini dengan kapasitas daya tampung tenda mencapai 1.000 orang.

"Tidak hanya itu, kapal KRI Banda Aceh 593 ini juga dilengkapi dengan ruang CIC (Combat Information Center) untuk sistem kendali senjata (Fire Control System) yang memungkinkan kapal mampu melaksanakan self defence dengan komunikasi kapal ke kapal untuk melindungi pendaratan pasukan dan kendaraan taktis serta tempur untuk pengendalian pendaratan helikopter," ungkapnya.(tribunbatam/alfandisimamora)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Septyan Mulia Rohman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved