Daftar Serangan Harimau Sumatera ke Manusia di Riau dan Aceh hingga Oktober 2019
Daftar Serangan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) terhadap manusia, terjadi di Riau dan Aceh
Selanjutnya, korban dievakuasi rekannya dan dibantu warga serta aparat desa setempat. Jasad korban dibawa ke kampung halamannya di Aceh.
Warga BBKSDA Riau Lakukan Evaluasi Terkait banyaknya konflik harimau sumatera dengan manusia, terutama di Kabupaten Inhil, pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau akan melakukan evaluasi.
Sebab, lokasi konflik harimau sumatera dengan manusia itu, terjadi disekitar lanscape SM Karumutan, yang merupakan habitatnya harimau.
Kepala BBKSDA Riau Suharyono lebih utama menyampaikan turut prihatin dengan timbulnya kembali korban jiwa akibat serangan harimau.
"Secara pribadi dan keluarga BBKSDA Riau, turut prihatin dengan kejadian ini. Kejadian ini tidak ada satu pun pihak yang menghendaki. Untuk itu, kami harap kedepan tidak terjadi lagi," ucap Suharyono melalui rekaman video yang diterima Kompas.com, Sabtu (26/10/2019).
Kemudian untuk mencapai hal tersebut, lanjut dia, BBKSDA Riau ingin melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap konflik satwa dengan manusia yang berulang.
"Bukan kami melakukan pembiaran. Bukan kami tidak melakukan apa-apa atau langkah-langkah (pencegahan) di wilayah disekitar lanscape SM Karumutan," terang Suharyono.
Akan tetapi, kata dia, sebagaimana diketahui bersama, lanscape SM Karumutan merupakan satu kantong harimau sumatera di Riau.
Terkait habitat harimau sumatera Untuk itu, pihaknya ingin melakukan sebuah kajian dan evaluasi evaluasi bersama, serta adanya masukan dari semua pihak dan pemangku kepentingan.
"Yang pertama adalah, masih layakkah lanskap Karumutan untuk dipertahankan sebagai rumah atau habitat harimau sumatera?" kata Suharyono.
"Yang kedua, apakah masih layak lanskap Karumutan itu dijadikan lahan atau areal atau wilayah untuk dilakukannya aktivitas oleh manusia."
Dua hal ini, terang dia, tentunya dilakukan secara bersama-sama dan dikaji dengan fikiran yang jernih dan hati yang tenang.
Sehingga hal itu bisa mendapatkan keputusan yang lebih baik. "Dua evaluasi tersebut akan dilakukan dan sudah kami laporkan kepada pimpinan terhadap kejadian ini," katanya.
"Tentunya kami harapkan dukungan dari semua pihak, agar kita bisa berfikir jernih dan berfikir tenang tidak berbuat anarkis terhadap satwa, khususnya harimau sumatera," tutup Suharyono.
5. Pria muda di Aceh diterkam Harimau Sumatera
Kabar pria muda di Aceh diterkam Harimau sumatera lalu dibawa ke hutan menggemparkan bumi Serambi.
Korban terdata atas nama Wahyu Kurniadi (19), warga Aceh, tewas diterkam Harimau sumatera ini di di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil.
Kepala Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono mengatakan, pihaknya mengerahkan tim pengamanan ke lokasi penyerangan Harimau Sumatra di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil.
Suharyono menyatakan, pasca mendapat laporan tentang kejadian tersebut, pada Kamis (24/10/2019) sore, tim langsung dikirim menuju ke sana.
"Langkah yang kami ambil, dengan rentang jarak dari Pekanbaru ke lokasi cukup jauh, maka kami terlebih dahulu berkoordinasi dengan aparat kepolisian di saja. Tim pengamanan sudah berangkat menuju ke lokasi," katanya.
Dia memaparkan, target utama tentunya melakukan sosialisasi, bertemu masyarakat untuk menenangkan mereka.
"Korban bukan warga asli sana. Maka kami lakukan konsolidasi dengan perusahaan tempat korban bekerja, terhadap PT RIA kami juga mintai keterangan," ungkap Suharyono.
Lebih jauh katanya, menurut informasi yang sudah terkonfirmasi, kejadian bermula saat korban yang masuk dalam sebuah regu yang terdiri dari 5 orang, sedang melakukan perjalanan ke salah satu titik peta kerja PT RIA.
Dalam perjalanan itu, sekira pukul 14.00 WIB, tiba-tiba seekor Harimau Sumatra muncul dan langsung mendekati rombongan.
"Satu orang diterkam, digigit dari belakang, dibagian tengkuk, lalu dibawa lari harimau. Sedangkan 4 lainnya melakukan pengejaran, tapi tidak terkejar," sebutnya.
Baru beberapa waktu kemudian, korban berhasil ditemukan namun sudah dalam kondisi meninggal dunia.
"Korban ditemukan meninggal dunia dengan 4 gigitan di belakang tubuh, sekitar tengkuk," jelasnya.
Suharyono membeberkan, titik lokasi penyerangan ada di Petak RIAE 021301 yang masuk areal kerja PT RIA.
Kepala BBKSDA Riau ini menyampaikan, saat ini tim sedang melakukan analisa lokasi. Untuk kemudian mengambil langkah tindak lanjut.
Disebutkannya, lokasi penyerangan satwa dilindungi tersebut, memang masuk Lanskap Kerumutan, yang merupakan salah satu kantong harimau di Riau.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Daftar Kasus Harimau Sumatera Terkam Warga di Riau hingga Oktober 2019"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/26102019_tewas-diterkam-harimau.jpg)