Anggota Karang Taruna Kota Batam Sekarang Dilindung BPJS Ketenagakerjaan

Sebanyak 200 anggota Karang Taruna di Kota Batam telah terdaftar menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Batam Nagoy

Anggota Karang Taruna Kota Batam Sekarang Dilindung BPJS Ketenagakerjaan
TRIBUNBATAM.id
Waki Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya Surya Rizal saat foto bersama dengan anggota Karang Taruna Kota Batam beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sebanyak 200 anggota Karang Taruna di Kota Batam telah terdaftar menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Batam Nagoya.

Hal tersebut diutarakan langsung oleh Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya Surya Rizal.

Surya mengatakan, hal tersebut merupakan bentuk kerjasama antara BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya dengan organisasi pemuda Karang Taruna di Kota Batam dalam memberikan perlindungan sosial dari resiko pekerjaan kepada anggota Karang Taruna.

Sebagai bukti terdaftarnya para anggota Karang Taruna tersebut, telah diserahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada perwakilan angota Karang Taruna yang disaksikan langsung oleh Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad, Kadisnaker Kota Batam Rudi Sakyakirti dan Ketua Organisasi Pemuda Karang Taruna Kota Batam, Zul Arifdi Markas Pojok Karang Taruna Sekupang, beberapa waktu yang lalu.

Berdasarkan data yang ada di pengurus, Karang Taruna di Kota Batam memiliki anggota mencapai ribuan anggota.

Hal ini dikarenakan setiap pemuda dan pemudi yang berusia 13 hingga 45 tahun secara otamatis menjadi anggota Karang Taruna. Namun semua itu dibagi dalam dua kategori yakni anggota aktif dan anggota pasif.

Zul Arif menyampaikan bahwa sebanyak 200 anggota yang telah terdaftar akan mendapatkan perlindungan dari Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Program Jaminan Kematian (JKM).

“Hal tersebut merupakan inisiatif untuk memberikan perlindungan terhadap para anggota kami, karena Karang Taruna memiliki kegiatan yang sangat positif namun, di setiap kegiatan tersebut memiliki resiko yang kapan saja bisa terjadi”, ungkap Zul.

Untuk iuran, Surya menjelaskan para peserta tersebut cukup membyar 16.800 dan pembayarannya pun bisa dilakukan oleh peserta sendiri atau melalui Wadah, Mitra, Payment Point, Aggregator, dan Perbankan selama bulanan per 3 bulan, 6 bulan ataupun 1 tahun sekaligus.

“Harapannya dengan adanya kegiatan ini, masyarakat dapat terdukasi, memiliki kesadaran terhadap risiko bekerja dan dapat terdaftar serta terlindungi oleh program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan”,Ungkap Surya.

Dikatakannya, jaminan sosial ketenagakerjaan adalah program perlindungan negara yang memberikan manfaat luar biasa kepada para pesertanya.

"Bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja akan mendapatkan fasilitas pengobatan tanpa ada batas alias unlimited hingga dinyatakan sembuh dan sampai peserta kembali bekerja,” pungkas Surya

“Apabila peserta mengalami musibah kecelakaan kerja, berhenti bekerja maupun meninggal dunia maka keluarganya berpotensi mengalami kehilangan mata pencaharian. Di sini BPJS Ketenagakerjaan hadir dengan program perlindungannya yang mana diharapkan dapat meringankan beban dan dapat membantu perekonomian bagi keluarga yang ditinggalkan supaya dapat melanjutkan kehidupannya”, tutup Surya.(*)

Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved