Senin, 4 Mei 2026

HEADLINE TRIBUN BATAM

Titik Banjir Baru Bermunculan, Warga Batam Cemas di Musim Hujan

Banjir! Pemerintah memang terus jor-joran melakukan perbaikan infrastruktur seperti pembuatan drainase serta pelebaran saluran air.

Tayang:
wahyu
halaman 01 TB 

Titik Banjir Baru Bermunculan, Warga Batam Cemas di Musim Hujan

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Dalam dua minggu terakhir, masyarakat Kota Batam kembali disibukkan oleh masalah klasik setiap musim penghujan.

Banjir! Pemerintah memang terus jor-joran melakukan perbaikan infrastruktur seperti pembuatan drainase serta pelebaran saluran air.

Hasilnya juga cukup memuaskan.

Dari 30-an titik banjir di seluruh Kota Batam, empat tahun yang lalu, kini jumlahnya jauh menyusut menjadi 11 titik yang kini harus diwaspadai masyarakat.

Masalahnya, kini juga bermunculan titik-titik baru yang sebelumnya tak pernah tergenang air. Hal ini terjadi akibat pembangunan kompleks bisnis yang tidak memperhatikan drainase di luar lahan mereka.

Ada juga akibat kikisan lumpur dari lahan kosong yang kemudian masuk ke drainase yang menyebabkan banjir.

Sebagian besar wilayah langganan banjir saat ini memang masih di wilayah Sagulung dan Batuaji. Selain penduduk yang padat juga akibat banyaknya saluran yang tersumbat.

Kawasan bisnis baru yang muncul, seperti arah pelabuhan Sagulung, menjadi titik baru banjir.

Sejumlah saluran air sudah dinormalisasi.

Kami Waswas Setiap Turun Hujan, Ini Permintaan Warga Batuaji ke Pemerintah Terkait Banjir

Camat Batuaji dan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, sudah melakukan normalisasi, beberapa titik saluran drainase induk. Namun masih ada beberapa saluran drainase induk yang belum dilakukan normalisasi.

Saluran drainase induk yang sudah dilakukan normalisasi di wilayah Kecamatan Batuaji, seperti di pinggir jalan R. Suprapto, tepatnya di depan sekolah Putra Batam, dan juga di Perumahan Sierra.

Sementara saluran drainase induk yang belum dilakukan normalisasi yakni saluran drainase induk Tembesi dan di sekitar perumahan MKGR, Kelurahan Kibing.

Normalisasi

Warga di kawasan Perumahan MKGR yang merupakan langganan banjir setiap hujan deras turun, saat ini terus dilanda kecemasan.

“Saluran di seberang jalan SP Plaza sudah mulai dangkal lagi. Kita khawatir juga airnya tidak lancar," kata Wandi, Warga MKRG Batuaji kepada Tribun.

Sebenarnya saluran di kawasan itu sudah berulangkali dikeruk alat berat. Namun masalahnya, seperti umumnya di kawasan perdagangan, banyaknya toko serta kios yang dibangun di pinggir saluran drainase membuat sampah banyak hanyut ke saluran.

Tumpukan sampah ini di saat musim kering memang tidak mengganggu karena debit air yang mengalir sedikit, namun di saat hujan, semuanya menjadi masalah besar.

Tumpukan sampah plastik yang tidak terurai menjadi penyumbat jalan.

Camat Batuaji Ridwan mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga Kota Batam untuk kembali menormalisasi saluran tersebut.

Namun saat ini pihaknya masih menunggu alat berat yang sedang “bertugas” melakukan pekerjaan yang sama di Sagulung.

Pada Sabtu akhir pekan lalu, kawasan Batuaji dan Sagulung memang kembali tertutup genangan air setelah hujan deras. Jalan R. Suprapto, misalnya, tepatnya di depan Perumahan Buana Raya dan jalan Brigjen Katamso, tepatnya di depan Kantor lurah Tanjunguncag menjadi sungai akibat banjir.

Titik Baru

Selain di titik-titik banjir yang sudah menjadi perhatian pemerintah, titik baru juga bermunculan, seperti di Jalan Duyung Batuampar.

Meskipun kawasan ini pernah menjadi langganan banjir, beberapa tahun lalu, namun hal itu sejatinya bisa berkurang jika saluran air lancar.

Akan tetapi, air meluncur deras dari lahan kosong yang tertutup seng ke arah jalan sehingga jalan tersebut kembali diterban banjir.

Saluran yang tertutup dan tidak adanya yang memperhatikan –karena lahan tersebut belum dimanfaatkan oleh pemiliknya– diduga menjadi pemicu banjir tersebut.

Saluran tertutup oleh kikisan tanah dari lahan tersebut dan menyumbat drainase.

Begitu juga jalan menuju Pelabuhan Sagulung yang sebelumnya tak pernah dilanda banjir, kini kebanjiran karena ada limpahan air dari kompleks bisnis dan pertokoan di pinggir jalan.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam Yumasnur mengatakan, pihaknya sudah meninjauh kawasan tersebut.

Ia akan mengerahkan alat berat untuk melakukan normalisasi untuk mengeruk drainase yang tertutup.

“Tidak ada saluran drainasenya dan air dari kompleks pertokoan dan bisnis dibuang ke arah jalan. Mungkin tahun depan akan kita programkan untuk pembangunan saluran drainase Induk," kata Yumasnur.

Wali Kota Batam, HM Rudi mengakui bahwa banjir adalah salah satu masalah yang menjadi fokus perhatiannya.

Masalahnya cukup kompleks.

Masih banyak pemilik rumah dan tempat usaha di Batam yang menutup saluran air atau drainase di depan rumah atau tempat usahanya.

Pembangunan perumahan juga belum terkoordinasi dengan baik karena para pengembang umumnya hanya memperhatikan saluran air di kawasan perumahan yang mereka bangun dan tidak memperhatikan air yang melewati kawasan itu.

Hal inilah yang kemudian menjadi masalah.

Karena itu, untuk strategi penanganan banjir ini, Rudi akan duduk bersama dengan masyarakat dan pengusaha untuk mencari jalan keluar.

“Menyelesaikan ini tidak bisa sebentar, butuh waktu,” kata Rudi. (tribunbatam.id/roma uly sianturi/dewi haryati/ian sitanggang)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved