Ketua MAIM Melaka Simak Manajemen 800 Ribu Masjid di Indonesia dari DMI

"Indonesia sangat istimewa karena banyak masjid yang tidak dibiayai oleh pemerintah, bahkan didirikan oleh masyarakat," ujar Tuan Haji Musa.

Ketua MAIM Melaka Simak Manajemen 800 Ribu Masjid di Indonesia dari DMI
dok_humas_DMI
Wakil Ketua Umum PP DMI Syafruddin menerima kunjungan Ketua Majelis Agama Islam Melaka (MAIM) Tn Haji Musa Bin Muhammad, di Sekretariat DPP DMI Kompleks Istiqlal, Jakarta, Rabu (31/10/2019) 

TRIBUN, BATAM.ID --  Pimpinan organisasi umat Islam Malaysia, Majelis Agama Islam Melaka (MAIM), menyimak dan belajar manajemen pengelolaan masjid kepada ormas pengelola masjid di Indonesia.

Dari Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI) H Sjafruddin Kambo, delegasi  lembaga  semacam majelis ulama di Indonesia (MUI) di negara bagian Malaka ini, menyimak bagaimana manajemen pemberdayaan sekitar 800 ribu masjid dan musallah di 34 provinsi di Indonesia.

Dari rilis DMI yang diterima Tribun, Kamis (31/10/2019), pertemuan silatirahim berlangsung di Sekretariat DPP DMI, Kompleks Masjid Istiqlal, Jl Taman Wijayakusuma, DKI Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Wakil Ketua Umum PP DMI Syafruddin menerima kunjungan Ketua Majelis Agama Islam Melaka (MAIM) Tn Haji Musa Bin Muhammad dan rombongan, di Sekretariat DPP DMI Kompleks Istiqlal, Jakarta, Rabu (31/10/2019)
Wakil Ketua Umum PP DMI Syafruddin menerima kunjungan Ketua Majelis Agama Islam Melaka (MAIM) Tn Haji Musa Bin Muhammad dan rombongan, di Sekretariat DPP DMI Kompleks Istiqlal, Jakarta, Rabu (31/10/2019) (dok_humas_PP_DMI)

Delegasi "MUI" Melaka ini dipimpin Tn Haji Musa bin Mohd, Pegawai Tugas-Tugas Khas Majlis Agama Islam Melaka.

Didampingi Sekretaris Jenderal PP DMI Imam Addaruquthni, dan pengurus PP DMI, Sjafruddin yang juga mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini, mengemukakan  Masjid  di Indonesia dikelola secara independen oleh takmir yang merupakan perwakilan jamaah dan warga sekitar.

"Dari masjidlah kita menyuarakan persatuan, mengingatkan pentingnya toleransi, dan membagi pesan Islam sabagai Rahmatan li Alamin," ujar Sjafruddin.

Sjafruddin mengemukakan dia adalah wakil dari Ketua Umum PP DMI, M Jusuf Kalla, yang sejak menjabat wakil presiden ke-10 dan ke-12 Indonesia, sudah ikut menyuarakan pentingnya masjid sebagai sarana menangkal radikalisme.

"Kehidupan yang harmonis menjadi kekuatan untuk perkembangan peradaban Islam di dunia," ujar Syafruddin. dalam rilis yang diterima Tribun Batam, Kamis (31/10/2019). 

Tuan Haji Musa bin Mohd, mengungkapkan, tujuan ke Indonesia karena ingin mengetahui pengelolaan masjid.

Jelang Pelantikan Presiden-Wapres, 8 Masjid di Tanjungpinang Gelar Doa Bersama

Anggotanya Masuk Masjid Pakai Sepatu, Polrestabes Makassar Minta Maaf

Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Batam Diresmikan, Warga Malaysia Takjub Lihat Lautan Manusia

Selain itu banyak sekali kegiatan-kegiatan positif di luar ibadah yang diadakan di masjid-masjid di Indonesia.

"Indonesia sangat istimewa karena banyak masjid yang tidak dibiayai oleh pemerintah, bahkan didirikan oleh masyarakat," ujar Tuan Haji Musa.

Musa juga mengemukakan kekagumannya karena banyak kegiatan pendidikan di masjid-masjid di Indonesia. "Kami ingin pelajari bagaimana masjid bisa menjadi lembaga pendidikan, ada masjid yang punya sekolah," ujar Musa.

Halaman
Penulis: Rahma Tika
Editor: thamzil thahir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved