Senin, 8 Juni 2026

SEPAKBOLA KEPRI

PS Batam Milik Kita, Masyarakat Berharap Dukungan Pemerintah

PS Batam milik kita, masyarakat Kota Batam. Pemerintah diminta ikut majukan PS Batam lewat bantuan dana.

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
tribunbatam/dipa nusantara
Para pemain PS Batam merayakan gol saat bermain di Liga 3 Provinsi Kepri dengan sujud syukur, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kondisi Persatuan Sepak Bola (PS) Batam turut mendapat perhatian dari masyarakat.

Dukungan dan doa pun mulai dipanjatkan agar PS Batam ke depan dapat lebih maju. Apalagi, PS Batam sendiri dikabarkan hampir tidak ikut serta pada penyelenggaraan Piala Soeratin 2019 akibat permasalahan pendanaan.

Namun, kabar ini akhirnya terbantahkan setelah di menit akhir pendaftaran, nama PS Batam tercatat dalam 9 tim peserta Piala Soeratin 2019.

Walau pendanaan masih dilakukan secara mandiri, beberapa pihak pun mengatakan seharusnya ada dukungan dari pihak berwenang terhadap PS Batam.

"PS Batam itu milik kita, masyarakat Kota Batam. Seharusnya, pemerintah dalam hal ini Wali Kota Batam, BP Batam, dan DPRD Kota Batam dapat memfasilitasi permasalahan dana ini untuk mencari solusi bersama," kata seorang pengamat sepak bola di Kota Batam, Reynold Febri kepada Tribun Batam, Jumat (1/11/2019) siang.

Pastikan Ikut Piala Soeratin 2019, Pemain dan Pelatih PS Batam Rela Patungan

Menurutnya, PS Batam memiliki sejarah panjang sebagai ikon sepak bola di Kota Batam. Berbagai prestasi pun disebutnya pernah diraih oleh tim kebanggaan masyarakat Batam ini.

PS Batam pernah beberapa kali menjuarai Divisi 2 Liga Indonesia dan sempat berada di Divisi 1 Liga Indonesia. Serta beberapa turnamen lain pun sempat menjadi bukti kejayaan PS Batam.

"Tahun 70an, skuat Riau untuk PON isinya para pemain dari Karimun, Pekanbaru sama Batam. Dan pemain Batam paling banyak. Tahun 90an, saat PORDA digelar PS Batam pun masih juara saat itu. Masih bergabung dengan Riau dulu Kepri ini," sambungnya lagi sambil terus menjelaskan berbagai prestasi PS Batam kala itu.

Reynold menuturkan, PS Batam sendiri dahulu kala sempat dibiayai oleh Pemerintah Kota Batam menggunakan anggaran daerah. Namun, secara aturan hal itu tidak lagi dilakukan.

Sehingga, dia menganggap wajar jika saat ini PS Batam terseok-seok perihal pendanaan.

PS Batam di Ujung Tanduk, Masalah Biaya Jadi Kendala Ikut Serta Dalam Piala Soeratin 2019

"Pembinaan dan pengelolaan itu tentu perlu anggaran. Pemerintah kita mungkin dapat mencontoh beberapa tim dari daerah lain pengelolaan klub sepak bolanya," ungkapnya.

Reynold mencontohkan kepada tim-tim besar peserta Liga Indonesia. Kata dia, Arema Malang menjadi besar karena turut didukung oleh suporter perihal pendanaan, serta Persib Bandung, Persija Jakarta, dan tim besar lainnya memiliki manajemen yang baik dan handal dalam pengelolaan tim.

"Ini bisa dijadikan referensi. Kita duduk bersama, jadi ketika orang berbicara sepak bola Kota Batam semua mata tertuju pada PS Batam. Harus jadi ikon," pungkasnya.

Terpisah, seorang penikmat sepak bola Kota Batam, Fajar Eko, turut memberikan dukungannya agar PS Batam dapat menjadi simbol kekuatan sepak bola Kota Batam.

"Kita ada tim kebanggaan yaitu PS Batam. Sudah pasti kita harus bersama merasa memiliki, masih banyak potensi berbakat anak muda Batam kok," katanya kepada Tribun Batam.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved