TIPS SEHAT
Begini Cara Mudah dan Ampuh Usir Nyamuk Tanpa Obat Nyamuk
penggunaan obat nyamuk secara tak langsung juga dapat mempengaruhi kondisi kesehatan kita.
Begini Cara Mudah & Efektif Usir Nyamuk Tanpa Obat Nyamuk
TRIBUNBATAM.id- Nyamuk memang menjadi serangga yang cukup mengganggu keberadaannya.
Apalagi jika nyamuk sampai ada di rumah.
Ya, biasanya para bunda cukup pusing memikirkan cara mengusir nyamuk di rumah.
Mengusir nyamuk di rumah memang bisa dibilang susah-susah gampang.
Apalagi saat digigit nyamuk, itu adalah saat-saat paling menyebalkan ya Moms.
Untuk menghindari hal tersebut, tak jarang dari kita yang akhirnya memilih menggunakan obat nyamuk.
Padahal penggunaan obat nyamuk secara tak langsung juga dapat mempengaruhi kondisi kesehatan kita.
Nah Moms, tak perlu khawatir lagi.
Rupanya ada cara efektif untuk mengusir nyamuk yang membandel.
Sebuah riset menunjukan bahwa pukulan terbukti ampuh dalam membuat nyamuk tak mendekat lagi.
Sekalipun pukulan tersebut meleset dan tidak mengenai nyamuk secara langsung.
Riset tersebut dipublikasikan dalam Current Biology, di mana temuan ini yang pertama dalam mengungkap perilaku nyamuk dan menindaklanjuti penelitian sebelumnya.
• Barbie Kumalasari Pakai Lotion Anti Nyamuk, Ngelantur Terbang ke Amerika Hanya 8 Jam
• Gandeng Saka Bakti Husada, Dinkes Kepri Kampanyekan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk
• Pramugari Lion Air Ini Tewas Alami Gagal Organ, 3 Hari Setelah Digigit Nyamuk
Dalam penelitian terdahulu, para ilmuwan menemukan bahwa nyamuk bisa belajar.
Riset yang baru diterbitkan ini mengeksplorasi bagaimana nyamuk belajar dari pengalaman saat menggigit manusia.
Penelitian ini dipimpin oleh ahli neuroekologi, Jeffrey Riffell dari Universitas Washington yang telah menguji antara 2.700 sampai 3.000 nyamuk.
"Semua nyamuk telah berevolusi untuk mengidentifikasi dan menggigit kita," ujarnya dilansir dari Populer Science.
"Nyamuk sangat sensitif terhadap suhu, keringat, bau tubuh, dan karbon dioksida yang keluar dari napas manusia.
Seluruh sistem sensorik nyamuk seperti sudah dirancang untuk bisa menemukan manusia,"
• Ramalan Zodiak Minggu 3 November 2019, Cancer Beruntung, Libra Sukses, Gemini Jaga Kesehatan
• Soni Dewangga Mucikari Finalis Putri Pariwisata & 100 Wanita Lain Raup Rp 100 Juta Sekali Transaksi
• 2 Artis Ini Semobil Dengan Dylan Carr Pemeran Anak Langit Saat Kecelakaan, Begini Kondisi Keduanya
Riffel juga mengatakan, meski nyamuk bisa menggigit anjing atau sapi, tapi mereka akan lebih tertarik untuk menggigit manusia jika ada kesempatan.
Untuk menguji bagaimana nyamuk berperilaku, para ilmuwan meletakkan ribuan nyamuk tadi ke dalam sebuah simulator terbang yang diberi bau manusia, tikus, dan ayam.
Hasilnya cukup mengejutkan.
Semua nyamuk, termasuk Aedes aegypti, ternyata dapat mengingat bau manusia dan dapat mengaitkan bau tersebut dengan interaksi yang tidak menyenangkan sebelumnya.
Setidaknya, ingatan mereka tersebut bertahan selama 24 jam.
"Saat nyamuk menggigit manusia, dia akan mengingat bau manusia yang digigitnya," jelas Riffell.
"Nah, saat Anda menggerakkan lengan untuk mengusir, nyamuk akan merasakan getaran pukulan,"
"Ia akan mengingat hubungan antara aroma tubuh dan getaran dari pukulan Anda,"
Oleh karena itu saat nyamuk sudah mengingat aroma kita, dia tak akan mendekat lagi sampai 24 jam.
• Nia Ramadhani Gelar Pesta Halloween, Keberadaan Jessica Iskandar Jadi Pertanyaan, Lagi Musuhan?
• Dituduh Ibunda Indah Permatasari Bawa Pengaruh Buruk, Arie Kriting Akhirnya Buka Suara
• Pemeran Drakor Vagabond, Bae Suzy Jadi Sorotan Karena Pamer Foto Berhijab: Mashaallah Ukhti
Sebaliknya, nyamuk akan mencari mangsa lain yang tidak agresif.
Penelitian ini menandakan bahwa memukul nyamuk adalah sebuah cara efektif agar nyamuk tak mengganggu kita lagi.
Selain itu, penelitian ini mungkin saja dapat menjadi referensi bagi para ilmuwan lain untuk menciptakan alat baru untuk mengusir nyamuk.
"Misalnya kita bisa membuat alat yang memanfaatkan kemampuan nyamuk dalam hal mempelajari pengalaman buruk dengan manusia atau memanfaatkan penelitian ini untuk keuntungan kita," kata Clément Vinauger, asisten profesor biokimia di Virginia Tech, dilansir dari USA Today, Jumat (26/1/2018).
Dia menambahkan bahwa kuncinya ada pada dopamin.
Sebab, periset menemukan bahwa nyamuk yang terlah dimodifikasi menjadi kekurangan reseptor dopamin tidak dapat mengenal bau manusia.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/nyamuk_20170827_175725.jpg)