Amsakar Sebut Pembongkaran Gedung Pasar Induk Jodoh Dilelang 'Harus Sesuai Mekanisme'

Usai tahapan clear and clean, bangunan Pasar Induk Jodoh akan dibongkar. Untuk pembongkaran gedung tersebut harus melalui mekanisme tender.

Amsakar Sebut Pembongkaran Gedung Pasar Induk Jodoh Dilelang 'Harus Sesuai Mekanisme'
Tribunbatam.id/Argianto DA Nugroho
Sejumlah warga mengumpulkan serpihan serpihan pasar induk yang masih bernilai ekonomis sebelum dirobohkan pemerintah Kota Batam, Jumat (1/11/2019). Rencana revitalisasi pasar induk oleh kementrian perdagangan dijadwalkan dimulai tahun 2020. 

Pembongkaran Gedung Pasar Induk Dilelang

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Usai tahapan clear and clean, bangunan Pasar Induk Jodoh akan dibongkar. Untuk pembongkaran gedung tersebut harus melalui mekanisme tender.

"Siapa yang masih mau membeli atapnya, semennya atau besi-besi yang bernilai berguna. Jadi akan ada lelang," ujar Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Minggu (3/11/2019).

Amsakar telah berkoordinasi dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Untuk pembongkaran gedung Amsakar telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Suhar.

Pencetus Hukuman Cambuk di Aceh Kedapatan Berzina di Mobil, Kini Dia Merasakan Hukuman yang Sama

Presiden RI Bertemu Presiden FIFA, Fahri Hamzah Komentari Cuitan Jokowi Masalah Bilateral

Sementara pembongkaran bagian luar bagian luar ataupun disekeliling gedung Amsakar juga berkoordinasi dengan Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Batam Yusmasnur. Untuk pembongkaran diseputaran gedung, kata dia, Pemko Batam melakukannya dengan alatnya sendiri.

"Pak Yu saya sudah kontak yang dipinggirannya dapat dilakukan dengan alat kita," tuturnya.

Jika Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang diberikan oleh pusat bisa disupport dalam tahun ini, maka bisa langsung dikerjakan dalam 2019 ini juga. Namun jika tidak jadi maka dikerjakan tahapan clear and cleannya saja.

Viral di Medsos, Sepasang Pengantin Nekat Seberangi Sungai Menuju Lokasi Pernikahan

2 Agen Sapi Diduga Diracun Lewat Kopi Oleh Calon Pembeli, Mayat Korban Ditemukan Terapung di Sungai

Sebelumnya pasca penggusuran pasar induk Jodoh pada Rabu (30/10/2019) lalu, ternyata menuai pro kontra di kalangan masyarakat. Sebagian masyarakat menunjukkan dukungan kepada kebijakan pemerintah untuk menertibkan pasar tersebut, namun banyak pula yang bersimpatik melihat kondisi pedagang yang kini kehilangan lapak jualan mereka yang telah bertahun-tahun di huni.

Amsakar menegaskan padahal sebelum dilaksanakan penggusuran tersebut pemerintah telah memikirkan secara matang termasuk mempertinbangkan seluruh aspek.

"Pemerintah dalam mengambil kebijakan itu telah mengambil seluruh aspek termasuk diantaranya aspek dari para pelaku usaha, jadi bahasanya bukan persoalan mau atau tidak mau, ini sebenarnya sudah cerita lama ya sudah lebih dari 2 tahun lalu.Dalam setahun ini kita benar-benar serius,"ujarnya.

Diakuinya sebelum penggusuran tersebut memang ada kendala yang menyebabkan penggusuran terpaksa ditunda. Namun setelah dikaji ulang pada penggusuran itu, barulah Amsakar menilai sekarang momentum yang paling tepat untuk segera ditertibkan.

"Tujuan penertiban ini agar wilayah Nagoya yang hanya tinggal satu daerah kumuh ini dapat kita benahi, sembari itu 186 orang pedagang ini juga sudah kita bangun 200 kios agar setelah digusur bisa direlokasi ke kios yang baru,sudah kita ambil undian masing- masing agar rata pembagiannya,"paparnya.

Tidak hanya itu masalah air bersih disana juga menurut Amsakar sudah diselesaikan agar para pedagan juga merasa nyaman.

"Saya kira sudah saatnya kebijakan di daerah kita lakukan, jadi batas pengambilan keputusan ini sudah kita pertimbangkan matang-matang, sudah cukup kita bertoleransi dengan masyarakat sekitar," tegas Amsakar. (tribunbatam.id / Roma Uly Sianturi)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved