Dinas Kesehatan Bintan Ingatkan Masyarakat Waspada DBD, Sudah 3 Orang Meninggal

Peralihan musim kemarau ke musim penghujan, Dinkes Bintan ingatkan masyarakat agar waspada terhadap penyakit yang disebabkan nyamuk

Dinas Kesehatan Bintan Ingatkan Masyarakat Waspada DBD, Sudah 3 Orang Meninggal
tribunbatam.id/alfandi simamora
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan,dr Gama Isnaeni 

TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Peralihan musim dari kemarau ke musim penghujan yang terjadi di daerah Bintan, rentan menimbulkan berbagai penyakit.

Khususnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang rentan menyerang masyarakat pada musim hujan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan, dr Gama Isnaeni mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap berbagai penyakit yang disebabkan nyamuk.

"Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada akan hal tersebut," kata Gama, Jumat (8/11/2019).

Ia menyampaikan, sebelum terjadi peningkatan kasus penyakit DBD, masyarakat diminta waspada, yakni dengan pembersihan lingkungan dan memberantas sarang nyamuk dengan cara melakukan 3M Plus.

Begini Cara Mudah & Ampuh Usir Nyamuk Tanpa Obat Nyamuk

Dinkes Kepri Adakan Survei Vektor Place DBD Dan Malaria Di Kota Batam

 

"Khususnya untuk pencegahan DBD di lingkungan masing-masing rumah warga," tuturnya.

Pasalnya, kasus DBD memang sangat sering menyerang warga Bintan, sehingga menjadi perhatian Dinkes, khususnya di permukiman padat penduduk yang ada di daerah Bintan.

Tahun ini, Dinkes Kabupaten Bintan mencatat sebanyak 195 orang warga di Kabupaten Bintan terserang DBD, dari Januari hingg September 2019.

"Nah dari 195 orang warga Bintan yang terserang DBD, ada tiga orang yang meninggal dunia sepanjang tahun 2019," ujarnya.

Ia juga menuturkan, dari 195 orang pasien yang ditangani di sejumlah Puskesmas dan RSUD yang ada di Bintan, rata-rata yang paling banyak terserang penyakit DBD adalah anak-anak.

JELANG Hari Pahlawan 10 November, PAC Pemuda Pancasila Bintan Utara Bersihkan Makam Pahlawan

"Tetapi usia remaja dan dewasa juga ada yang terserang DBD. Namun paling rentan terhadap anak-anak karena sistem imunnya tergolong belum kuat," terangnya.

Sejumlah upaya sudah dilakukan Dinkes Bintan untuk membasmi dan mencegah berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.

Mulai dari sosialisasi 3M Plus kepada warga dan menggelar gerakan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) satu rumah satu jumantik.

Tetapi hal itu dirasa kurang efektif dilaksanakan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Sebab dalam arti tidak ada petugas khusus yang bertanggungjawab.

"Nah karena itu, kita kedepan berencana akan membentuk petugas khusus dengan mengangkat Jumantik," pungkasnya.

(tribunbatam.id/ Alfandi Simamora)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved