Melasti Sucikan Diri Jelang Pujawali Ke-10, Hilangkan Kotoran di Dunia Ini

Upacara melasti atau melelasti dapat didefinisikan sebagai nganyudang malaning gumi ngamet tirta amerta, yang berarti menghanyutkan kotoran alam mengg

Melasti Sucikan Diri Jelang Pujawali Ke-10, Hilangkan Kotoran di Dunia Ini
TRIBUNBATAM.ID/Argianto DA Nugroho
Upacara melasti di Kota Batam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Upacara melasti atau melelasti dapat didefinisikan sebagai nganyudang malaning gumi ngamet tirta amerta, yang berarti menghanyutkan kotoran alam menggunakan air kehidupan.

Dalam kepercayaan Hindu, sumber air seperti danau dan laut dianggap sebagai asal tirta amerta atau air kehidupan.

Sumber-sumber air tersebut memberikan kehidupan bagi seluruh makhluk hidup, termasuk umat manusia.

Di Pilkada Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo - Ruslan Ali Wasyim Kian Mesra, Lawan Amsakar Achmad

Garuda Muda Tahan Imbang Korea Utara, Timnas U-19 Pastikan Tiket ke Piala Asia

Karena itulah, upacara melastiselalu diadakan di tempat-tempat khusus seperti tepi pantai atau tepi danau.

Sama halnya dengan umat Hindu di kota Batam. Dalam rangka menyambut pujawali ke 10 yang diadakan pada Selasa (12/11) mendatang, seluruh umat Hindu di Batam menyelenggarakan upacara melasti di Sei Ladi tepatnya depan Pura Amerta Bhuana, Minggu (10/11/2018).

Upacara ini diikuti kurang lebih 800 orang. Dan dimulai sejak pukul 16.00 WIB.

Isdianto Will Realize the Dream of the Late M. Sani, Targets the Riau Islands Very Bright

SEDANG BERLANGSUNG, Timnas U19 Indonesia Vs Korea Utara Grup K Piala Asia U19 AFC Cup 2019

Penyelenggara Bimas Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Eko Prasetyo mengaku upacara melasti merupakan pembersihan Buana Agung dan Buana Alik. Buana Agung adalah dunia dan alam semesta ini dan buana alik adalah tubuh manusia ataupun pancaindera yang tersusun dari pancamahabuta.

"Dimana tubuh kita terdiri dari unsur tanah, air, api dan udara. Melasti sendiri bertujan menyucikan pratima atau sarana upacara terdiri dan simbol-simbol yang ada ke DAM Sei Ladi," ujar Eko.

Selain itu, kata dia, tujuan melasti ini adalah menghilangkan kekotoran dunia ini. Menghilangkan penderitaan, penyakit, yang ditimbulkan oleh semua perbuatan perkataan pikiran negatif.

Lowongan Kerja CPNS 2019 Dibuka Senin, Siapkan Foto Berlatar Belakang Merah

Timnas U-19 Indonesia Vs Korea Utara, Setelah Sempat tertinggal, Garuda Muda Samakan Kedudukan

"Di dunia ini ada energi positif dan negatif jadi harus kita imbangkan. Ketika dunia ini seimbang maka tentram. Kita bisa nyaman beribadah, bekerja dan melaksanakan kewajiban kita," tuturnya.

Ia menambahkan melasti juga menyerap atau mengambil dari sarinya lautan. Memohon doa kepada Dewa Wisnu dan penguasa air kehidupan, kemudian akan dibagikan kepada umat Hindu.

"Diadakan setahun sekali biasa di November jelang pujawali, nah nanti Maret biasanya jelang Nyepi," katanya. (tribunbatam.id / Roma Uly Sianturi)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved