Curhat Ayah 3 Bersaudara Terduga Kasus Bom Polres Medan, Serahkan Dua Anaknya Agar Diadili Polisi
Tak hanya korban yang luka-luka, maupun masyarakat yang ada di lokasi kejadian, peristiwa Bom Medan ikut menghancurkan hati Rudi Suharto (52).
Harus kalian tanggung jawab karena walaupun lari kalian pasti akan dicari lagi," ujarnya menjelaskan.
Keduanya anaknya pun hanya bisa diam saja melihat tindakan ayahnya itu.
• Krisdayanti Buat Buku Kisah Cinta dengan Raul Lemos, Adik Yuni Shara Sebut Tertambat pada Pria Timor
"Waktu saya bilang gitu (Aris dan Fadli) diam saja," katanya.
Saat ditanya mengenai alasan dirinya mau membawa kedua anaknya ke rumah Kepling terkait bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Rudi menyatakan jika dia awalnya memang telah curiga.
Anak keduanya melarikan diri
Semuanya berawal sekitar pukul 15.00 WIB, kala itu ia sedang menonton siaran televisi.
Siaran itu menyiarkan mengenai peristiwa pemboman di Mapolrestabes Medan.
Rudi mengaku jika ia familiar dengan wajah pelaku yang ditayangkan pada siaran itu.
Kendatipun kemampuan penglihatannya kurang baik, bahkan layar televisinya bergoyang-goyang ia masih bisa mengenali wajah pelaku.
Rupanya pelaku pemboman sempat datang ke rumahnya beberapa kali.
• Only IDR 66,000 Could Eat Steak, French Fries, Vegetable Salad in Eatboss, Want It?
Sering ke sini dia, sekitar tiga bulanan terakhir lah. Dia datangnya siang.
Dia dibawa kemungkinan karena satu pengajian lah," jelasnya.
Kala itu Andri (25) yang melarikan diri sempat pulang ke rumah.
Rudi menduga kepulangan anaknya itu untuk mengambil nasi lalu ke kolam.
Malam harinya, saat Rudi berada di belakang rumah, dia melihat Andi mengambil baju lalu pergi lagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/16112019_rudi-suharto-yang-ketiga-anaknya-tersangkut-kasus-bom-bunuh-diri-di-medan.jpg)