Curhat Ayah 3 Bersaudara Terduga Kasus Bom Polres Medan, Serahkan Dua Anaknya Agar Diadili Polisi
Tak hanya korban yang luka-luka, maupun masyarakat yang ada di lokasi kejadian, peristiwa Bom Medan ikut menghancurkan hati Rudi Suharto (52).
Sejak itu anak keduanya itu tak pernah pulang ke rumah lagi.
• Daftar Harga Hape Terbaru Oppo, Vivo, Xiaomi, Samsung dan iPhone Bulan November 2019
"Rencananya mau saya bilangin. Tapi tak lama dia pigi keluar. Habis itu tak pulang-pulang.
Kalau si abang masih di kolam. Kawannya pun datang kemungkinan mau ngajak lari karena dia lari juga," ujarnya.
Bapak kan nyuruh ngaji bagus-bagus, kok kayak gini...
Ia mengaku sedih akan apa yang telah dialaminya ini.
Penangkapan kedua anaknya dan kaburnya satu anaknya merupakan pukulan yang keras baginya.
"Kalau sedih ya sedih lah. Kalau salah ya dihukum, kalau tak salah ya jangan dihukum lah.
Saya bilang, kok gini kalian. Bapak kan nyuruh ngaji bagus-bagus, masak kayak gini, kami gak tau katanya," ungkapnya.
Rudi sendiri memiliki lima anak, satu anaknya yang paling besar perempuan.
Aris (28), Andri (25) dan Fadli (23) masih memiliki satu adik lagi yang masih kecil.
Terkait gubuk yang menjadi lokasi anak-anaknya berkumpul ia hanya menjelaskan jika hanya ada alat-alat kerja, seperti parang dan cangkul.
Setiap harinya, tiga hingga empat kali ia harus berjaga di gubuk itu.
• DERETAN Anak Artis yang Pilih Jadi Polisi dan Tentara Dibanding Ikut Jejak Orangtua
Gubuk itu sendiri adalah tempatnya menjaga tambak yang membudidayakan kepiting dan ikan.
Di gubuk itulah ketiga anaknya sering berkumpul.
Saat ditanya apakah gubuk itu menjadi lokasi perakitan bom, Rudi tak tahu menahu.
"Nggak tahu lah.
Nanti kalau ada kan hasil dari polisi itu lah," pungkasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/16112019_rudi-suharto-yang-ketiga-anaknya-tersangkut-kasus-bom-bunuh-diri-di-medan.jpg)