Selasa, 28 April 2026

Samsung Digeser Oppo dan Vivo di Indonesia, Ternyata Ini Penyebabnya

dalam laporan terbaru dari IDC, posisi vendor asal Korea Selatan itu telah digeser oleh pesaingnya.

nextren
Galaxy A menjadi produk favorit dan mendongkrak performa Samsung 

TRIBUNBATAM.id - Samsung selama ini rutin menjadi pabrikan smartphone nomor satu di Indonesia.

Namun, dalam laporan terbaru dari IDC, posisi vendor asal Korea Selatan itu telah digeser oleh pesaingnya.

Laporan lembaga riset pasar tersebut untuk kuartal-III 2019 menunjukkan bahwa Samsung turun ke posisi ketiga, disalip oleh Oppo dan Vivo sekaligus.

Menurut Risky Febrian, Marketing Analyst IDC, peluncuran Galaxy As beberapa bulan terakhir dinilai terlalu cepat.

Galaxy As merupakan "penyempurna" Galaxy A yang dirilis pada semester pertama 2019 lalu.

TERBARU Harga Hape Oppo di Batam November 2019, Cek Spesifikasinya di Sini

Potret Raffi Ahmad dan Nagita Slavina di Australia, Rafathar Cari Mainan Dragon Ball

 

"Sejak awal tahun seri Galaxy A populer di pasaran. Pada semester pertama 2019 sudah banyak pengapalan," jelas Risky saat dihubungi KompasTekno, Jumat (15/11/2019).

Ia menambahkan, stok Galaxy A masih tersedia saat lebaran dan mempengaruhi ketersediaan Galaxy As yang baru.

Sebab, banyak peritel yang fokus membersihkan stok lama.

"Mungkin, Samsung masih menahan pengapalan di kuartal III kemarin," katanya.

Sebenarnya, secara spesifikasi, Galaxy As menawarkan peningkatan dibanding pendahulunya.

Namun menurut Risky, peningkatan spesifikasi yang diusung kurang signifikan untuk mendongkrak pengapalan.

Selain masalah siklus pembaruan produk, Samsung juga terhimpit pabrikan ponsel China.

 
IDCPangsa pasar smartphone Indonesia pada kuartal III 2019 berdasarkan lembaga riset IDC

Pada kuartal III-2019, banyak vendor China yang bebarengan merilis smartphone, terutama di segmen mid-range dengan rentang harga 200-400 dollar AS (Rp 2,8-5,6 juta).

IDC mencatat, segmen ini mengalami pertumbuhan 11,1 persen karena model yang ditawarkan dinilai memenuhi kebutuhan konsumen, seperti gaming dan konsumsi media hiburan.

"Selain model yang banyak, ada permintaan konsumen di segmen mid-range yang tinggi juga," kata Risky.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved