BINTAN TERKINI

Kasus Korupsi Dana Desa,Kades Kukup Hadran Ahmad Kembalikan Uang Kerugian Negara

Kepala Desa Kukup, Bintan, Hadran Ahmad kembali mengembalikan uang kerugiaan negara. Sudah Rp 71 juta yang dikembalikan dari total Rp 280 juta.

Kasus Korupsi Dana Desa,Kades Kukup Hadran Ahmad Kembalikan Uang Kerugian Negara
istimewa
Suasana saat Kepala Desa Kukup,Kecamatan Tambelan, Bintan Hadran Ahmad yang tersangkut kasus dugaan korupsi dana desa anggaran tahun 2016 mengembalikan sebagian uang hasil korupsi di Mapolres Bintan 

TRIBUNBINTAN.com, BINTAN - Kepala Desa Kukup, Kecamatan Tambelan, Bintan, Hadran Ahmad kembali mengembalikan uang kerugian negara sebesar Rp 21 juta ke kas Desa.

Hadran Ahmad tersangkut kasus dugaan korupsi dana desa anggaran tahun 2016.

Kepala Inspektorat Bintan, RM Akib mengatakan, pihaknya memberikan waktu kepada Hadran untuk mengembalikan uang kerugian negara tersebut dalam waktu beberapa hari.

"Setelah kita beri waktu satu sampai tiga hari, beliau kembali mengembalikan uang kerugian negara itu dan sudah disetor ke kas desa," terang RM Akib, Rabu (20/11/2019).

RM Akib mengatakan, pihaknya masih mempertimbangkan permintaan Kades Kukup yang meminta perpanjangan waktu pengembalian uang kerugian desa.

Arifin Nasir,dkk Tersangka Korupsi Monumen Bahasa Segera Dilimpahkan Ke Pengadilan



"Kami masih mempertimbangkan permohonan yang bersangkutan minta perpanjangan waktu, masih kita bahas dan pelajari dulu satu dua hari ini dengan pihak pembina pengawasan," ucapnya.

Sebelumnya, RM Akib menyampaikan, kasus ini akan diserahkan ke Polres Bintan apabila Hadran Ahmad tidak mengembalikan seluruh uang kerugian negara.

"Saat ini kita masih koordinasi dulu, dan masih proses," ucapnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Agus Hasanudin mengatakan, pihaknya masih menunggu kasus ini diserahkan dari APIP.

"Kalau sudah diserahkan ke kita akan ditindaklanjuti sesuai proses hukum yang berlaku," ungkapnya.

Jadi Tersangka Kasus Korupsi Monumen Bahasa, Arifin Nasir: Tak Benar, Saya Bantah Semua Itu!

Dari pemberitaan sebelumnya, APIP menemukan kerugian penggunaan dana desa tahun anggaran 2016.

Pj Kades Kukup, Jerry Nauli Siregar telah mengembalikan uang kerugian sebesar Rp 26 juta.

Sedangkan Kades Kukup, Hadran Ahmad baru mengembalikan uang kerugian desa sekitar Rp 50 juta, dari total kerugian dana desa yang ditimbulkan sekitar Rp 280 juta.

Namun Hadran yang diwajibkan mengembalikan seluruh uang yang dikorupsinya itu, hingga merugikan negara sebesar Rp 280 juta lebih hingga 9 November 2019 lalu.

Tetapi uang itupun tak kunjung dikembalikan hingga batas waktu pengembalian yang tersisa sekitar Rp 230 juta.

Setelah berselang beberapa hari, Hadran kembali mengembalikan uang kerugian negara ke kas desa sebesar Rp 21 juta.

Sehingga total uang yang dikembalikan kepala desa ini sudah berkisar Rp 71 juta.

(tribunbintan.com/alfandi simamora)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved