Jumat, 29 Mei 2026

BATAM TERKINI

Polsek Batuaji Lacak Tempat Penampungan Gas Hasil Curian Pasca Amankan Tomma

Polsek Batuaji masih memburu dua pelaku pembobolan pangkalan gas elpiji 3 kg di Komplek Pasar Seken Aviari, Batuaji.

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/ian sitanggang
Foto Toma pelaku yang diamankan warga ketahuan curi tabung gas 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Polsek Batuaji masih memburu dua pelaku pembobolan pangkalan gas elpiji 3 kg di Komplek Pasar Seken Aviari, Batuaji.

Dua minggu lalu, Polsek Batuaji mengamankan Tomma, pelaku pembobolan pangkalan gas elpiji.

Tomma, bersama dua rekannya, melakukan pembongkaran kerangkeng gas elpiji 3 kg di Pasar Seken Aviari, Kamis (7/11/2019) lalu.

Saat melancarkan aksinya, pelaku menggunakan tang potong besi dan mobil carry.

Dari kejadian itu, Polsek Batuaji sudah mengamankan Tomma dan mobil carry kuning yang digunakan pelaku saat beraksi.

Aksi Pencurian di PLTU Sei Batak Karimun Terekam CCTv, Dua Pemuda Diamankan Polisi

Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut.

"Dari penyidikan sementara, pelaku merupakan spesialis pencuri tabung gas," kata Syafruddin, Rabu (20/11/2019).

Polisi saat ini sedang melacak tempat penampungan gas hasil curian.

"Ini pasti ada pengepulnya, jadi kita sedang kembangkan," kata Syafruddin.

Seperti diberitakan sebelumnya, pencurian tabung gas 3 kg dari pangkalan gas milik Rita Manurung, di Pasar Seken Aviari, sudah terjadi dua kali.

Lubang yang dibuat pencuri tabung gas terlalu kecil sehingga tabung gas tidak bisa keluar hingga akhirnya pelaku dibekuk warga Batuaji Batam
Lubang yang dibuat pencuri tabung gas terlalu kecil sehingga tabung gas tidak bisa keluar hingga akhirnya pelaku dibekuk warga Batuaji Batam (Tribunbatam.id/Ian Sitanggang)

Kejadian pertama, pelaku berhasil membawa 115 tabung. Kejadian kedua, pelaku diamankan warga.

Rita Manurung menceritakan pada tahun 2017 lalu, pangkalan gasnya pernah disantroni maling.

Seluruh tabung gas yang ada di kerangkeng di depan rumahnya raib dibawa maling.

"Tahun 2017 lalu, satupun tidak tersisa, waktu itu ada 115 tabung semuanya berisi," kata Rita.

Dia mengatakan saat kejadian, suaminya tidur di kamar dekat kerangkeng gasnya. Tetapi saat kejadian tidak ada satupun anggota keluarganya yang tahu.

FSPMI Akui Ada Penggiringan Batam Soal UMK, Suparapto : Sebenaranya Urutan 15 Se-Indonesia 

"Kita tahunya pagi, saat bangun tidur kita kemas jualan, ternyata pintu kerangkeng tabung gas sudah rusak dan seluruh tabung gas hilang," kata Rita.

Semenjak saat itu, dirinya mengurangi kuota gasnya.

"Kuota kita 120 tabung, tapi sekarang kita hanya pesan 80 tabung paling banyak," katanya.

Sementara saat kejadian Kamis (7/11/2019), mereka juga tidak mengetahui sama sekali.

"Kalau warga tidak membangunkan kita mungkin kita juga tidak tahu," kata Rita.

Kapolri Idham Aziz: Pencopotan Kapolres Kampar Lebih Kuat dari 1.000 Nasihat

Padahal selama ini kata Rita, kalau ada orang berisik mereka pasti selalu terjaga.

"Makanya saat warga ribut, kita langsung bangun. Tidak tahu juga kenapa," kata Rita.

Rita mengatakan, tabung gas yang ada di dalam kerangkeng pangkalannya ada 80 tabung dan semuanya masih ada isinya.

"Kebetulan baru sampai gas sorenya, jadi gasnya belum berkurang. Ya bersyukur juga, dan berterimakasih kepada warga," kata Rita.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved