Tak Bekerja Full Time, 7 Staf Khusus Presiden Tetap Akan Digaji Rp51 Juta per Bulan

Tujuh staf khusus Presiden Joko Widodo dari kalangan milenial tersebut, nantinya tidak akan bekerja penuh waktu atau full time setiap bulannya.

Tak Bekerja Full Time, 7 Staf Khusus Presiden Tetap Akan Digaji Rp51 Juta per Bulan
Tribunnews/HO/Biro Pers Sekretariat Presiden/Kris
Presiden Joko Widodo mengenalkan tujuh orang sebagai Staf Khusus Presiden untuk membantunya dalam pemerintahan, pada sebuah acara perkenalan yang berlangsung dengan santai di beranda Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (21/11/2019) sore 

#Tak Bekerja Full Time, 7 Staf Khusus Presiden Tetap Akan Digaji Rp51 Juta per Bulan

TRIBUNBATAM.id – Staf khusus Presiden milenial tengah menjadi sorotan.

Pada Selasa (21/11/2019), Presiden Joko Widodo telah memperkenalkan tujuh Staf Khusus Milenial di Istana Merdeka, Jakarta.
Beberapa nama-nama yang diangkat sebagai staf khusus milenial tersebut sudah dikenal. Diantaranya ada Putri Tanjung berusia 23 tahun. Selain itu ada juga nama Angkie Yudistia, pendiri Thisable Enterprise.
Tujuh staf khusus Presiden Joko Widodo dari kalangan milenial tersebut, nantinya tidak akan bekerja penuh waktu atau full time setiap bulannya.

Namun, mereka akan tetap mendapat gaji penuh.

Aturan soal gaji staf khusus ini tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 144 Tahun 2015 tentang Besaran

Hak Keuangan Bagi Staf Khusus Presiden, Staf Khusus Wakil Presiden, Wakil Sekretaris Pribadi Presiden, Asisten dan Pembantu Asisten.

 

 

Berdasarkan beleid yang diterbitkan Jokowi pada 2015 lalu itu, gaji Staf Khusus Presiden sebesar Rp 51 juta.

Gaji itu merupakan pendapatan keseluruhan dan sudah termasuk di gaji pokok, tunjangan kinerja, dan tunjangan pajak penghasilan.

 Juru bicara Presiden yang juga staf khusus bidang Komunikasi Fadjroel Rachman membenarkan bahwa staf khusus dari kalangan milenial digaji berdasarkan Perpres 144/2015.

"Ya, kan mereka bekerja 1x24 jam," kata Fadjroel di Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu (23/11/2019).

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebut para staf khusus milenial tersebut tidak bekerja full time di Istana.

Namun, Fadjroel berdalih bahwa pada dasarnya mereka bisa bekerja untuk membantu Presiden dari mana saja.

Halaman
123
Editor: Aminudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved