HARI AIDS SEDUNIA

HARI AIDS SEDUNIA - Ini Penyebab Mengapa Banyak Ibu Rumah Tangga Terinfeksi HIV & Antisipasinya?

Data yang dirilis Kementerian Kesehatan 2016 lalu, infeksi HIV lebih banyak ditemui pada ibu rumah tangga, yakni 10.626 kasus. Ini penyebabnya.

HARI AIDS SEDUNIA - Ini Penyebab Mengapa Banyak Ibu Rumah Tangga Terinfeksi HIV & Antisipasinya?
apa.org
ilustrasi.kampanye peduli HIV/AIDS 

TRIBUNBATAM.id - Hari AIDS Sedunia diperingati setiap 1 Desember. Itu artinya tinggal beberapa hari lagi kita, Indonesia akan memperingati Hari AIDS Sedunia ini.

Nah, apa yang pertama kali kamu pikirkan jika membahas soal AIDS?

Beberapa diantara kita akan menyebut adanya kegiatan seksual di sana, penggunaan jarum suntik yang tidak steril dan lainnya.

Diketahui, awal perkembangan AIDS berasal dari HIV. Jika tidak diobati, HIV dapat berkembang menjadi AIDS, yang justru makin memperparah, dan nyawa menjadi taruhannya.

Pasalnya, tak sedikit dari penderita AIDS yang meninggal dunia.

HARI AIDS SEDUNIA - Inilah Enam Hal tentang Infeksi HIV yang Jarang Disadari, Kamu Termasuk?

Karena itu, untuk menghindari jadi penderita HIV/AIDS ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Sebagai perbandingan saja, berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kesehatan 2016 lalu, infeksi HIV lebih banyak ditemui pada ibu rumah tangga, yakni 10.626 kasus.

Kemudian disusul oleh tenaga non profesional/karyawan (9.603 kasus), wiraswasta (9.439 kasus), petani/peternak/nelayan (3.674 kasus), buruh kasar (3.191 kasus), penjaja seks (2.578 kasus), PNS (1.819 kasus), dan anak sekolah/ mahasiswa (1.764 kasus).

Selama ini, ibu rumah tangga dianggap paling tidak berisiko dibanding penjaja seks. Ibu rumah tangga dinilai lebih banyak menghabiskan waktu di dapur dan mengurus anak.

Lalu, mengapa kasus HIV-AIDS tertinggi di Indonesia ada pada ibu rumah tangga?

HARI AIDS SEDUNIA - Jangan Percaya Mitos! Kenali Dulu Apa Itu HIV dan AIDS


Pada 2016 lalu, Ketua Komite Pogram Yayasan AIDS Indonesia, dr. Sarsanto W. Sarwono, SpOG mengatakan, banyak ibu rumah tangga yang tak menyadari memiliki risiko tertular HIV.

"Ibu rumah tangga biasanya mendapatkan HIV dari bapak-bapaknya," kata Sarsanto di Jakarta.

Hal itu bisa terjadi jika sang suami sering bergonta-ganti pasangan seksual atau berhubungan seksual berisiko dengan penjaja seks, hingga memakai jarum suntik untuk napza yang tidak steril.

Tanpa disadari pula, suami terinfeksi HIV dan menularkan HIV kepada istrinya saat berhubungan seks tanpa kondom.

Kasus penjaja seks terinfeksi HIV lebih rendah. Karena biasanya mereka justru menyadari risiko infeksi virus.

Hari AIDS Sedunia Diperingati 1 Desember, Ini Bedanya HIV dan AIDS

Mereka dapat menghindari penularan dengan meminta pria menggunakan kondom saat hubungan seks. Maka salah satu pencegahan penularan HIV yang dicanangkan pun tak hanya menghindari hubungan seks berisiko dan tidak menggunakan napza, tetapi juga setia pada pasangan.

Untuk memutus rantai penularan, edukasi HIV/AIDS harus diketahui oleh keluarga, baik suami dan istri. Selain itu, suami istri sebaiknya menjalani tes HIV.

"Satu-satunya kita tahu HIV ya kalau dites. Kalau dua-duanya mau dites sangat bagus," kata Sarsanto, kala itu.

Jika salah satu pasangan terinfeksi HIV, saat berhubungan seksual harus menggunakan kondom. Meski demikian, ibu rumah tangga juga tak perlu takut untuk hamil.

Konsultasi dengan dokter bisa dilakukan untuk menentukan langkah pencegahan penularan HIV ke ibu. Jika ibu rumah tangga sudah terinfeksi HIV, program pencegahan virus ke bayi bisa dilakukan.

Untuk itu, tes HIV pada ibu hamil juga harus dilakukan untuk memutus rantai penularan HIV.

(Kompas.com/ Dian Maharani)


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengapa Banyak Ibu Rumah Tangga Terinfeksi HIV? ", https://sains.kompas.com/read/2016/12/01/211100023/mengapa.banyak.ibu.rumah.tangga.terinfeksi.hiv.

Editor: Dewi Haryati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved