BATAM TERKINI

BPOM Kepri Amankan Kosmetik Ilegal di Ruko Tiban Mentarau, Warga Sebut Orang Ruko Jarang Ngomong

Dari penuturan warga, mereka tak pernah curiga dengan pemilik bisnis di ruko itu saat memasarkan kosmetik ilegal

BPOM Kepri Amankan Kosmetik Ilegal di Ruko Tiban Mentarau, Warga Sebut Orang Ruko Jarang Ngomong
tribunbatam.id/ichwan nur fadillah
Suasana di luar ruko tempat penyimpanan kosmetik ilegal di Tiban Mentarau Batam. BPOM Kepri mengamankan sejumlah kosmetik ilegal dari ruko ini, beberapa waktu lalu 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Kepri mengamankan ratusan ribu produk kosmetik ilegal di Kota Batam, beberapa hari lalu.

Salah satunya berada di kawasan ruko Tiban Mentarau, Kota Batam.

Dari ruko ini, BPOM Kepri meringkus sebanyak 238 ribu kosmetik ilegal dengan taksiran nilai ekonomi sebanyak Rp 2 miliar.

Dari penuturan warga sekitar, mereka tak pernah mencurigai pemilik bisnis di ruko itu saat memasarkan kosmetik ilegal.

Selain karena menutup rapat sekuruh kedoknya, warga mengatakan beberapa orang di ruko itu tampak angkuh dan tak ingin berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya.

BPOM Kepri Buru Pemilik Kosmetik Ilegal, Barang Disimpan di Ruko Tiban Batam



"Pagi datang, sore pulang. Setelah itu semuanya ditutup, listrik dimatikan," ungkap salah seorang warga kesal.

Dia tampak geram dengan sikap si pemilik bisnis di ruko itu.

Dari Kepala BPOM Kepri, Yosef Dwi Irawan, diketahui jika si pemilik menjalankan bisnis ilegal itu secara online.

"Metode yang digunakan bukan konvensional, dan memang mereka memasarkan produknya secara luas melalui online," terangnya kepada Tribun Batam, Selasa (3/12/2019).

Dia pun mengatakan, jika sampai saat ini pihaknya masih akan terus mencari keberadaan si pemilik produk ilegal itu.

INI Penampakan Ruko Penyimpanan Kosmetik Ilegal di Tiban, Petugas Sebut Masih Ada Aktivitas

"Kami pun masih mencari pemiliknya," sambungnya.

Dari beberapa keterangan yang Tribun Batam dapatkan, diketahui jika aktivitas di ruko itu biasanya untuk membungkus beberapa produk kosmetik ke dalam kemasan siap jual.

Setelah terkemas, pemilik produk tak menjualnya ke publik secara langsung atau memasarkannya ke beberapa toko kosmetik di Batam.

Diduga dia menjual secara online dikarenakan produk miliknya langsung diterima konsumen tanpa harus berpolemik secara aturan hukum dan aturan lainnya.

(tribunbatam.id/ ichwannurfadillah)

Penulis: Ichwan Nur Fadillah
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved