Lembaga Aras Kepri dan BKAG Batam Sebut Saksi Yehovah Bukan Bagian Agama Kristen

Lembaga Aras maupun BKAG juga menolak keras adanya anggapan dari publik bahwa keyakinan tersebut merupakan bagian dari umat Kristiani.

Lembaga Aras Kepri dan BKAG Batam Sebut Saksi Yehovah Bukan Bagian Agama Kristen
anne
Pdt P Harahap, Ketua Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Wilayah (PGIW) Kepri bersama ketua Lembaga Aras Kepri lainnya dan Ketua BKAG Kota Batam Pdt Surya Wijaya saat memberikan pernyataan sikap mengenai keberadaan saksi Yehovah 

TRIBUNBATAM.id- Berita viral di Batam mengenai dua orang siswa SMPN 21 Sagulung yang menolak menyanyikan lagu kebangsaan, dan hormat bendera merah putih pada saat upacara terus bergulir.

Kali ini, giliran Lembaga Aras Nasional Kepulauan Riau, dan Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) Kota Batam yang angkat bicara soal keberadaan penganut Saksi Yehovah, yang ada di wilayah Kepulauan riau.

Pdt P Harahap, Ketua Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Wilayah (PGIW) Kepri menegaskan jika saksi Yehovah bukan bagian dari agama Kristen.

Lembaga Aras maupun BKAG juga menolak keras adanya anggapan dari publik bahwa keyakinan tersebut merupakan bagian dari umat Kristiani.

Ia menjelaskan jika ajaran yang dianut oleh saksi Yehovah sangat berbanding terbalik dengan ajaran umat Kristen.

"Dengan tegas kami menyatakan bahwa saksi Yehovah tidak ada hubungannya dengan Lembaga Aras Gereja Nasional, dan juga bukan bagian dari BKAG. Kami juga menolak adanya anggapan yang menyamakan bahwa saksi Yehovah adalah bagian dari Kristen. Sebab bagi mereka, Jesus yang kami yakini sebagai Tuhan, justru hanyalah mahluk ciptaan yang kuasa di keyakinan mereka," katanya, Selasa (3/12).

Pendeta Sumargono : Saksi Yehowa Bukan Kristen Protestan

VIDEO - Dua Siswa yang Tolak Hormat Bendera Dikembalikan Kepada Orangtua

Pihaknya juga telah mengeluarkan pernyataan sikap tertulis mengenai permasalahan ini.

Satu di antara upaya yang dilakukan pihaknya mengenai masalah ini, yakni dengan melakukan mediasi bersama pihak saksi Yehovah.

Pihaknya akan mencoba untuk memberikan pemahaman mengenai Pancasila, dan juga mengenai kewajiban warga Batam sebagai bagian dari masyarakat Indonesia kepada kedua siswa yang sempat viral di media massa.

"Ini akan kami lakukan tidak hanya bagi sebagian orang saja. Siapapun dia, baik kelompok, golongan maupun perorangan yang tidak menjunjung Pancasila dan seluruh turunannya di Indonesia kami tolak. Tapi akan kami coba gandeng dan berikan pemahaman yang lebih baik," tuturnya.

Halaman
12
Penulis: Anne Maria
Editor: Anne Maria
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved