Rabu, 8 April 2026

Lembaga Aras Kepri dan BKAG Batam Sebut Saksi Yehovah Bukan Bagian Agama Kristen

Lembaga Aras maupun BKAG juga menolak keras adanya anggapan dari publik bahwa keyakinan tersebut merupakan bagian dari umat Kristiani.

|
anne
Pdt P Harahap, Ketua Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Wilayah (PGIW) Kepri bersama ketua Lembaga Aras Kepri lainnya dan Ketua BKAG Kota Batam Pdt Surya Wijaya saat memberikan pernyataan sikap mengenai keberadaan saksi Yehovah 

TRIBUNBATAM.id- Berita viral di Batam mengenai dua orang siswa SMPN 21 Sagulung yang menolak menyanyikan lagu kebangsaan, dan hormat bendera merah putih pada saat upacara terus bergulir.

Kali ini, giliran Lembaga Aras Nasional Kepulauan Riau, dan Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) Kota Batam yang angkat bicara soal keberadaan penganut Saksi Yehovah, yang ada di wilayah Kepulauan riau.

Pdt P Harahap, Ketua Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Wilayah (PGIW) Kepri menegaskan jika saksi Yehovah bukan bagian dari agama Kristen.

Lembaga Aras maupun BKAG juga menolak keras adanya anggapan dari publik bahwa keyakinan tersebut merupakan bagian dari umat Kristiani.

Ia menjelaskan jika ajaran yang dianut oleh saksi Yehovah sangat berbanding terbalik dengan ajaran umat Kristen.

"Dengan tegas kami menyatakan bahwa saksi Yehovah tidak ada hubungannya dengan Lembaga Aras Gereja Nasional, dan juga bukan bagian dari BKAG. Kami juga menolak adanya anggapan yang menyamakan bahwa saksi Yehovah adalah bagian dari Kristen. Sebab bagi mereka, Jesus yang kami yakini sebagai Tuhan, justru hanyalah mahluk ciptaan yang kuasa di keyakinan mereka," katanya, Selasa (3/12).

Pendeta Sumargono : Saksi Yehowa Bukan Kristen Protestan

VIDEO - Dua Siswa yang Tolak Hormat Bendera Dikembalikan Kepada Orangtua

Pihaknya juga telah mengeluarkan pernyataan sikap tertulis mengenai permasalahan ini.

Satu di antara upaya yang dilakukan pihaknya mengenai masalah ini, yakni dengan melakukan mediasi bersama pihak saksi Yehovah.

Pihaknya akan mencoba untuk memberikan pemahaman mengenai Pancasila, dan juga mengenai kewajiban warga Batam sebagai bagian dari masyarakat Indonesia kepada kedua siswa yang sempat viral di media massa.

"Ini akan kami lakukan tidak hanya bagi sebagian orang saja. Siapapun dia, baik kelompok, golongan maupun perorangan yang tidak menjunjung Pancasila dan seluruh turunannya di Indonesia kami tolak. Tapi akan kami coba gandeng dan berikan pemahaman yang lebih baik," tuturnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga akan mulai untuk melakukan pendekatan kepada Tokoh Masyarakat, perangkat RT dan RW guna melakukan pengawasan terhadap masyarakat sekitar dan menghindari dari ajaran yang mungkin mengarah ke unsur kesesatan ataupun radikalisme.

Begitu pula kepada para pimpinan gereja di seluruh tingkatan agar terus melakukan pembinaan atau pelayanan agar warga Gereja menjadi warga Negara yang baik dan bertanggung jawab.

Ramalan Zodiak Asmara Kamis 5 Desember 2019, Leo Putus, Aries Takut Kehilangan, Pisces Menyendiri

Ramalan Zodiak Asmara Rabu 4 Desember 2019, Scorpio Ada Kejutan, Leo Tahan Emosi

Serta menjadi warga Negara yang patuh Kepada Hukum dan Perundang-undangan yang berlaku dan seluruh turunannya disemua lini.

"Para pemimpin gereja berkewajiban terus menerus menjaga Umat untuk tidak terpengaruh akan ajaran yang menyimpang dan bertentangan dengan kebenaran Alkitab. Demi keutuhan NKRI seluruh warga gereja juga berkewajiban merawat kerukunan Intern Umat beragama dan antar umat beragama, serta antar umat beragama dengan Pemerintah," tuturnya.

Ia mengatakan munculnya persepsi bahwa saksi Yehovah dianggap bagian dari Kristen karena berbagai faktor.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved