Sidang Perdana Nurdin Basirun

Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah Hadiri Sidang Perdana Nurdin Basirun, di Mana Isdianto?

Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah ikut menghadiri sidang perdana Nurdin Basirun di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah Hadiri Sidang Perdana Nurdin Basirun, di Mana Isdianto?
HUMAS PEMPROV KEPRI
Gubernur Nurdin Basirun bersama Sekretaris Daerah Provinsi Kepri TS Arief Fadillah, Kadis Perhubungan Kepri Jamhur Ismail, dan sejumlah pejabat dari pejabat dari pusat 

Sekdaprov Kepri Hadiri Sidang Perdana Nurdin Basirun, di Mana Isdianto?

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sidang perdana Gubernur non aktif Kepri H Nurdin Basirun di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta Pusat, Rabu (4/12/2019) tidak hanya dihadiri oleh anggota keluarga inti.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kepri TS Arif Fadillah dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) hadir pada sidang tersebut.

Sumber TRIBUNBATAM.id yang hadir pada sidang tersebut mengatakan, selain Sekdaprov Kepri, Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Kepri Muhammad Hasbi, pelaksan tugas (Plt) Kepala Biro Humas, Protokol dan Dokumentasi Provinsi Kepri Zulkifli, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kepri dan Kepala Biro Organisasi Tata Laksana (Ortal) Provinsi Kepri Ani Lindawaty.

"Tetapi yang masuk ruang sidang hanya Pak Sekda, Hasbi dan Plt Kabiro Humas Protokol," kata sumber tersebut.

Ketika ditanya soal kehadiran Plt Gubernur Kepri H Isdianto, sumber itu mengatakan Isdianto memang berada di Jakarta.

Jaksa KPK Dakwa Nurdin Basirun Terima Uang Rp158,8 Juta dari Kock Meng

Keluarga Hadiri Sidang Perdana Nurdin Basirun di Jakarta

Namun, dia tidak hadir pada sidang tersebut.

"Kami hanya tertawa saja dengan hal itu," ujar sumber tersebut.

Sidang perdana Gubernur non aktif Kepri H Nurdin Basirun di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta Pusat, Rabu (4/12/2019)
Sidang perdana Gubernur non aktif Kepri H Nurdin Basirun di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta Pusat, Rabu (4/12/2019) (TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA)

Padahal sebelumnya, Isdianto memastikan akan menjadi orang pertama yang hadir pada sidang perdana Nurdin Basirun.

Namun, dia mengandaikan kehadirannya itu bisa dimungkinkan kalau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengizinkannya.

Gubernur Nonaktif Nurdin Basirun didakwa menerima uang suap sebesar US$ 11 ribu dan Rp 45 juta dari pengusaha bernama Kock Meng dan nelayan bernama Abu Bakar. 

"Patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan terdakwa agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya selaku Gubernur Kepulauan Riau," kata Jaksa KPK Asri Irwan saat membacakan dakwaan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Rabu, 4 Desember 2019. 

Uang tersebut diterima Nurdin melalui Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Edy Sofyan, dan Kepala Bidang Perikanan Tangkap Budi Hartono.

Maksud uang tersebut agar Nurdin menerbitkan surat izin prinsip pemanfaatan laut di perairan Piayu, Batam seluas 6,2 hektare.

Selain itu, uang itu juga untuk memuluskan proses perizinan prinsip pemanfaatan ruang laut di Pelabuhan Cijantung, Jembatan Bima seluas 10,2 hektare atas nama Abu Bakar. (TRIBUNBATAM.id/Thom Limahekin)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved