Sunatan Massal di Tanjungpinang
Peserta Sunatan Massal Jadi Perhatian Dinkes Tanjungpinang, Sebut Kondisinya Mulai Membaik
Kadinkes Tanjungpinang, Rustam menuturkan empat kali peserta sunatan massal di Tanjungpinang itu dilakukan penanganan medis. Kondisinya pun membaik.
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id,TANJUNGPINANG - Tidak hanya Angkasa Pura Tanjungpinang, peserta sunatan massal yang alat vitalnya bengkak usai dikhitan menjadi atensi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tanjungpinang, Rustam.
Rustam mengakui, usai pelaksanaan sunatan masal, ada satu anak yang dilaporkan lambat penyembuhannya dan sedang dalam penanganan dr Ahmad.
Kadisnkes Tanjungpinang ini mengatakan, empat kali penanganan sudah dilakukan setelah anak itu dikhitan.
Ia pun membenarkan kegiatan khitanan massal itu diselenggarakan oleh Angkasa Pura.
Namun, sebagai pelaksana adalah tim medis dari Puskesmas Mekarbaru yang dipimpin oleh dr Egi serta didukung tim medis dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Tanjungpinang dengan konsultan dr Ahmad Spesialis Urologi dari RSAL.
"Sejauh ini sudah empat kali dilakukan penanganan pasca sunatan. 3 kali oleh dokter umum, dan 1 kali oleh dokter Ahmad selaku ahli Urologi. Tadi pagi juga kembali dikunjungi dr Egi. Sejauh ini, berdasarkan penilaian para dokter yang menangani, menunjukkan kondisi yang semakin membaik," ujarnya Kamis (5/12/2019).
Tenaga kesehatan pun, menurutnya akan kembali datang menemui anak tersebut Jumat (6/12/2019) besok.
Rustam mengatakan, ada 105 anak yang mengikuti kegiatan khitanan massal dengan tim kesehatan secara keseluruhan sebanyak 34 orang.
"Semua pembiayaan terkait penanganan tersebut diberikan secara gratis. Demikian untuk diketahui, terimakasih atas perhatiannya," ucapnya.
Siap Bertanggung Jawab
Angkasa Pura 2 Tanjungpinang, pihak penyelenggara sunatan massal angkat bicara terkait seorang peserta yang mengeluh sakit pada alat vitalnya.
Unit Community Development Angkasa Pura 2 Tanjungpinang Wiratmoko baru mengetahui alat vital anak peserta sunatan massal itu mengalami pembengkakan usai dikhitan tadi malam.
Menurutnya, sang Ibu juga merasa takut untuk memberikan informasi atas sakit yang dialami putranya.
"Boleh ditanyakan kepada orang tuanya. Tadi malam saya hubungi, saya bilang kenapa baru bilang sekarang. Ibunya bilang bingung dan takut menyampaikan. Seharusnya saat mengalami pembengkakan, langsung saja temui kami, biar juga cepat merespon," katanya saat dikonfirmasi Tribunbatam.id melalui telpon seluler, Kamis (05/12/2019) yang juga sebagai panitia dalam kegiatan sosial tersebut.
Tidak lepas dari Tanggung Jawab, pihak Angkasa Pura menegaskan, walapun pihak Dinkes Tanjungpinang dalam hal ini dokter yang menangani melakukan pengobatan bagi sang anak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kepala-dinas-kesehatan-tanjungpinang-rustam_20170208_202922.jpg)