Sunatan Massal di Tanjungpinang
Peserta Sunatan Massal Jadi Perhatian Dinkes Tanjungpinang, Sebut Kondisinya Mulai Membaik
Kadinkes Tanjungpinang, Rustam menuturkan empat kali peserta sunatan massal di Tanjungpinang itu dilakukan penanganan medis. Kondisinya pun membaik.
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
Pihaknya juga siap dalam memberikan bantuan demi kesembuhan peserta tersebut.
Dalam kegiatan sosial tersebut, pihak Angkasa Pura juga memastikan pelaksanaan acara sampai benar-benar tuntas.
Angkasa Pura menggandeng tim medis dari Dinas Kesehatan (Dinkes), serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Tanjungpinang.
"Bukan Angkasa Pura itu kalau tak bertanggung jawab. Kami siap bila mengharuskan sang anak harus dapat perawatan yang lain. Persiapan yang kami lakukan sampai memastikan kondisi kesehatan hingga benar-benar sehat. Kami juga kaget ketika mendengar ada peserta yang sakit," ucapnya.
Ia pun menyampaikan, bahwa sore ini juga akan mengunjungi kediaman anak tersebut, untuk melihat langsung kondisinya.
"Memang tadi kita dapat informasi dari dokter yang udah datang kerumah sang anak. Kata dokter sudah membaik, dan ada perubahan. Tapi kita tetap mau melihat, dan memastikan langsung kondisi anak," sebutnya.
Hanya Andalkan BPJS Kesehatan
Orang tua dari anak peserta sunatan massal bingung dengan kondisi anaknya.
Ia mengaku tidak memiliki uang untuk membawa anaknya berobat.
Dari pengakuan sang ibu, anaknya mengalami rasa sakit atas bengkak pada bagian alat vitalnya selama 17 hari usai ikut sunatan massal yang diselenggarakan oleh salah satu perusahaan pelayanan lalu lintas transportasi di Tanjungpinang.
Lebih dari dua minggu alami sakit, sang ibu pun sudah mencoba melakukan pengobatan ke Puskesmas Mekar Baru di Kecamatan Batu 9, Kota Tanjungpinang.
"Saya berharap dari BPJS aja ini, makanya saya ke puskesmas. Pihak puskesmas suruh saya rujukan ke RSAL Dr.Midiyato S dan sudah diberikan obat," ujarnya Kamis (5/12/2019).
Namun sampai saat ini, belum ada perubahan mencolok atas kondisi alat vital putranya.
Ibu anak itu sudah menghubungi pihak penyelenggara sunatan massal itu.
Dari komunikasinya dengan pihak panitia, perwakilan perusahaan dan dinas kesehatan akan berkoordinasi terlebih dahulu atas kejadian ini.
Sang ibu pun berharap, agar panitia penyelenggara bertanggungjawab penuh atas sakit yang diderita anaknya.
"Kemarin ada yang menghubungi saya dari perwakilan perusahaan. Mereka bilang mau tanggung jawab sih. Yang pasti, saya hanya ingin anak saya sehat saja. Tidak mengeluh sakit lagi, kondisi alat vitalnya juga tidak bengkak lagi," harapnya.(tribunbatam.id/endrakaputra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kepala-dinas-kesehatan-tanjungpinang-rustam_20170208_202922.jpg)