BATAM TERKINI

Pengusaha Batam Kock Meng Jalani Sidang Perdana, Ini Kronologi Kasus Suap Nurdin Basirun

Selang dua hari sidang perdana Nurdin Basirun, pengusaha Batam Kock Meng menjalani sidang perdananya di PN Jakarta Pusat

Pengusaha Batam Kock Meng Jalani Sidang Perdana, Ini Kronologi Kasus Suap Nurdin Basirun
Tribunbatam.id/ichwan nur fadillah
Kock Meng (pakai topi dan kaca mata hitam) Saat Berada di Ruangan KPK, Ia resmi ditahan oleh KPK 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sidang perdana pengusaha asal Batam bernama Kock Meng digelar, Jumat (6/12/2019) siang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Agenda sidang kali ini adalah pembacaan dakwaan terhadap Kock Meng atas kasus suap penerbitan izin reklamasi di Tanjung Piayu, Kota Batam, beberapa waktu lalu.

Pada kasus ini, Kock Meng diketahui menyuap orang nomor satu di Provinsi Kepri saat itu yaitu Gubernur Kepri non aktif, Nurdin Basirun.

Dari rilis yang dikirim langsung oleh Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah, terdapat dua dakwaan terhadap Kock Meng.

Dalam rilis itu, Kock Meng disebut bersama dengan Abu Bakar (terdakwa kasus suap) dan Johanes Kodrat berencana akan membuat restoran dan penginapan terapung di wilayah Tanjung Piayu, Kota Batam.

Saat itu, Kock Meng kebingungan dan langsung memberitahu Johanes Kodrat perihal keinginannya itu. Sehingga, Johanes Kodrat langsung mengenalkannya kepada Abu Bakar.

Saat ditanya mengenai persyaratan yang diperlukan Kock Meng dalam mengurus izin itu, Abu Bakar menjawab bertemu terlebih dahulu dengan pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri.

Selanjutnya, Abu Bakar berkomunikasi dan bertemu langsung dengan Budi Hartono selaku Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri.

CURHAT Istri Nurdin Basirun, Noorlizah: I Will Be Strong Waiting For Your Return

Dalam pertemuan itu, Abu Bakar meminta Budi Hartono untuk membantu pengurusan izin milik Kock Meng.

Saat dijelaskan oleh Budi Hartono, ternyata ada kesepakatan jika pengurusan izin akan dilancarkan apabila Abu Bakar dan Kock Meng bersedia untuk memberikan biaya pengurusan administrasi sebanyak Rp 50 juta.

Abu Bakar meminta Johanes Kodrat segera menghubungi Kock Meng. Kock Meng pun setuju, dan diberikan langsung uang dengan nominal yang diminta Budi Hartono.

Halaman
1234
Penulis: Ichwan Nur Fadillah
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved