NGOPI BARENG TRIBUN
Lukita dan Candra Bicara Konsep Ekonomi Kerakyatan dan Wisata Batam saat Ngopi Bareng Tribun
Bakal calon Walikota Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo dan Candra Ibrahim bicara soal ekonomi kerakyatan dan wisata Batam saat ngopi bareng Tribun.
Lukita dan Candra Ibrahim Bicara Konsep Ekonomi Kerakyatan dan Wisata Batam saat Ngopi Bareng Tribun
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Bakal calon Walikota Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo dan Candra Ibrahim bicara soal ekonomi kerakyatan dan wisata Batam saat ngopi bareng Tribun di Excelco Tiban, Batam, Minggu (8/12/2019).
Dalam diskusi yang digelar bersama 6 balon Walikota Batam itu dimoderatori Manager Online TRIBUNBATAM.id, Agus Tri Hartanto itu Chandra Ibrahim dan Lukita Dinarsyah Tuwo masing masing diminta menjelaskan tentang ekonomi kerakyatan dan infrastruktur penunjang pariwisata kota Batam ke depannya.
Chandra Ibrahim dalam penjelasannya mengatakan, infrastuktur bukan melulu tentang pembangunan fisik tetapi bisa seperti persiapan, pengembangan tempat wisata dan sebagainya.
"Infrastruktur kerakyatan itu tidak hanya berbentuk fisik. Contohnya pusat-pusat inkubasi bisnis baru, UMKM, pengembangan destinasi wisata di kampung-kampung tua, pengembangan souvenir juga merupakan infrastruktur kerakyatan," ujar Chandra, Minggu (8/12/2019)
Dalam kesempatan itu juga Chandra menegaskan, selain infrastruktur fisik seperti pembangunan jalan raya, pembangunan gedung ada yang lebih penting di luar itu ialah infrastruktur kerakyatan.
"Infrastruktur fisik penting tapi menurut saya lebih penting infrastruktur kerakyatan," tegas Chandra.
• USAI Diskusi, 6 Bakal Calon Walikota Batam Bersantai Sambil Ngopi dan Ngobrol
Sedangkan menurut Lukita, konsep pengembangan pariwisata yang paling sederhana ada tiga hal yang dibutuhkan agar Batam lebih diminati wisatawan.
"Dalam membangun pariwisata kita membutuhkan tiga hal yaitu orang datang. Misalnya, karena wisata berupa event atau destinasi wisata," katanya.
Faktor kedua yakni akses yang baik. Untuk hal ini, akses ke Batam dinilainya sudah lumayan baik, baik melalui udara atau laut.
Tetapi menurut Lukita masih ada sedikit catatan untuk akses dari luar negeri ke Batam yang dirasa masih sedikit kurang.
"Dukungan mainded, seperti hotel, restoran keamanan dan sebagainya," ujar Lukita menjawab pertanyaan yang diajukan oleh moderator.
Saat ditanya terkait pembangunan Batam saat ini apakah sudah menunjang pariwisata Batam, Lukita mengatakan, pembangunan pariwisata belum mengarah ke sana.
Bicara Nasib Batam
6 Bakal Calon Walikota Batam 2020 berbicara tentang nasib Kota Batam dalam agenda Ngopi Bareng Tribun yang dilaksanakan oleh Tribun Batam, Minggu (8/12/2019).
Bertempat di Excelso Tiban, Batam acara yang dimulai sejak pukul 19.00 WIB malam tersebut dihadiri oleh para bakal calon walikota Batam tahun 2020 seperti Mustofa Widjaya, Lukita Dinarsyah Tuwo, Surya Makmur Nasution, Yuhendri, Candra Ibrahim, serta Haris Junardian Lambey.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri, Sriwati, Ketua DPW Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLPI) Kepri, Lenny Terek, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Tupa Simanjuntak, Imam Mustofa dari Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo); Ketua Indonesia Marketing Association Chapter Batam, Endrico Moreno, Ketua TDA Batam, Sri Handoyo, serta para tokoh, ketua perhimpunan, dan perwakilan komunitas di Kota Batam.
• Ditanya Soal Lonjakan Harga Sembako, Ini Jawaban Balon Walikota Batam, Candra & Surya Makmur
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri, Sriwati dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pemilihan tema yang menarik menjelang Pemilu di Tahun 2020.
“Tema ini sangat menarik. Disini saya hadir untuk menyampaikan bahwa pemilu sebentar lagi akan dilaksanakan tepatnya pada 23 September 2020, tetapi sudah kita persiapkan sejak November tahun 2019 ini,” jelasnya.
• Ditanya Soal Lonjakan Harga Sembako, Ini Jawaban Balon Walikota Batam, Candra & Surya Makmur
Sriwati juga menghimbau kepada para bakal calon walikota Batam untuk mempersiapkan persyaratan yang harus dilengkapi ketika akan mencalonkan diri baik itu untuk tingkat gubernur, bupati maupun walikota.
“KPU akan menpersiapkan sistem yang lebih baik. Untuk pemilu 2020 nanti sudah menyiapkan sistem terbaru sehingga mampu mempersingkat waktu dalam proses pendaftaran,” jelasnya.
Acara yang dimoderatori oleh Manager Online TRIBUNBATAM.id, Agus Tri Harsanto tersebut menggali informasi sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai gambaran nasib Batam dalam 5 tahun ke depan dari pandangan para bakal calon walikota.
"Di sini kita akan membahas mengenai insfrastruktur, pariwisata, ekonomi maupun perkembangan milenial yang ada di Kota Batam,” ujar Agus saat memulai memandu berlangsungnya kegiatan.
Isu terkait taksi online dan taksi konvensional juga turut disampaikan oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Tupa Simanjuntak.
“Saat ini permasalahan taksi online dan konvensional sangat mengiris hati kami para pelaku usaha di bidang hotel dan restoran, saya berharap para bakal calon memiliki langkah konkret untuk menyelesaikan masalah ini,” tuturnya.
Sementara itu, Lenny Terek selaku Ketua DPW Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLPI) Kepri, juga menyampaikan pertanyaan terkait dengan langkah konkrit yang dilakukan oleh para bakal calon walikota untuk para perempuan yang ada di Batam khususnya dalam sektor pengendalian harga pasar.
“Jangan sampai kami para wanita ini hanya digunakan sebagai pelengkap Pemilu saja,” ucapnya.
Mewakili kaum milenial, Hanif Mustofa selaku perwakilan komunitas anak muda Batam serta Amir, selaku Chief Technology Officer Ruang Kreasi berharap para bakal calon walikota dapat lebih memperhatikan ruang bagi kreatifitas anak muda di Kota Batam.
“Karna kami bergerak dibidang startup, maka kami berharap pemerintah dapat berperan aktif untuk pengembangan startup kami dan juga dari segi penarikan investor,” sebutnya.
Diskusi Ngopi Bareng tersebut juga diwarnai oleh diskripsi diri para bakal calon walikota melaui 3 kata dan juga pertanyaan yang menuntut para bakal calon memilih jawaban dari 2 pertanyaan yang diajukan.
Dari pertanyaan yang diajukan oleh Agus selaku moderator, Candra Ibrahim mendeskripsikan dirinya dengan kata muda, profesional dan investmen minded.
Sementara itu, Yuhendri mendeskripsikan dirinya dengan kata Batam Masa Depan.
Untuk Lukita Dinarsyah Tuwo, ia mendeskripsikan dirinya dengan kata Kerja, Tulus dan Bahagia. Sementara Mustofa Widjaya menggambarkan dirinya dengan kata Orang Batam Lama.
Surya Makmur Nasution mendeskripsikan dirinya dengan kata Visioner, Cerdas, Berintegritas, serta Haris Lambey menggambarkan dirinya dengan kata Eksekutor, Visioner dan Tegas. (Tribunbatam.id/Alamudin/Nabella Hastin Pinakesti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/09122019lukita-vs-candra-ibrahim.jpg)