HEADLINE TRIBUN BATAM
Kredit Macet BTN Batam Berbuntut Panjang, Seret Sejumlah Pejabat Dua BUMN
Menteri BUMN Erick Thohir melakukan restrukturisasi besar-besaran di tubuh Badan Usaha Milik Negara. Setidaknya ada 3 BUMN yang menjadi perhatian.
Bahkan, perusahaan itu kemudian mengajukan kredit baru Rp 200 miliar. Kredit itu kemudian macet dan PT BIM meminta utangnya direstrukturisasi.
Masalah ini menjadi panjang dan menyeret sejumlah petinggi di kantor pusat Bank BTN ketika kredit macet PT BIM itu kemudian dialihkan ke PT Pusat Pengelola Aset (Persero) atau yang biasa disebut cessie.
Menurut Adi, terjadi pelanggaran prosedur karena piutang cessie PT BIM tidak memiliki jaminan dan pada saat cessie dilakukan, posisi kredit dalam kondisi pailit. Jaminan kredit pun dibatalkan kepemilikannya oleh Mahkamah Agung.
Dari data Kejagung, sejumlah pejabat diduga terlibat dalam patgulipat pengalihan kredit ini. Pertama adalah Direktur Legal Bank BTN Yosi Istanto yang kini menjabat sebagai Direktur Human Capital BTN.
Kemudian Elizabeth Novi Riswanti selaku Kepala Divisi Asset Management Division (AMD) yang kini menjabat Direktur Asset Management.
Kemudian, Direktur AMD Nixon Napitupulu yang kini menjabat sebagai Direktur Finance Bank BTN.
Setelah itu Kepala Divisi Commercial Banking di PT PPA selaku pengusul cessie Sindhu Rahadian serta Mahelan Prabantariksa selaku Direktur Kepatuhan yang kini menjabat Direktur Legal BTN.
Erick Thohir menyebutkan, selain menunjuk Chandra Hamzah sebagai Komisaris Utama dan Pahala Mansury sebagai Dirut Bank BTN, pihaknya juga langsung merombak dewan pengurus bank pelat merah itu.
Direksi yang sebelumnya berjumlah sembilan orang, dipangkas menjadi delapan orang.
Sedangkan komisaris perusahaan yang sebelumnya delapan, dikurangi menjadi enam orang.
"Kalau pak Chandra background-nya hukum. Kita tahu di BTN sekarang ada isu yang kurang baik, tentu harus dilihat secara hukum," ujar Erick, Jumat (22/11).
Menurutnya, permasalahan di BTN harus diselesaikan karena perusahaan ini menjadi ujung tombak pembiayaan perumahan rakyat nasional. Apalagi, tuturnya, ada program ke depan bagaimana anak-anak muda Indonesia usia 25-35 bisa mendapatkan akses perumahan.
“Kita akan pindah ke ibu kota baru. Kalau nggak ada fasilitas untuk perumahan ASN gimana?" ujarnya.
Sebenarnya, restrukturisasi Bank BTN oleh Erick cukup cepat karena baru akhir Agustus lalu manajemen bank itu dirombak melalui Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/headline-10-des-2019.jpg)