Dipecat Dari Dirut, Ari Askhara pun 'Dibuang' Dari Jabatan di Perusahaan Anak Cucu Garuda, Nganggur?

permintaan pencopotan telah diumumkan dari surat bernomor GARUDA/DEKOM-102/2019 perihal Pemberhentian Dewan Komisaris pada Anak/Cucu Perusahaan.

Dipecat Dari Dirut, Ari Askhara pun 'Dibuang' Dari Jabatan di Perusahaan Anak Cucu Garuda, Nganggur?
Kolase Tribun Jabar (Kompas.com dan Instagram/hennydwisetya)
Dipecat Dari Dirut, Ari Askhara Juga 'Dibuang' Dari Jabatan Perusahaan Anak Cucu Garuda, Nganggur? 

Dipecat Dari Dirut, Ari Askhara pun 'Dibuang' Dari Jabatan di Perusahaan Anak Cucu Garuda, Nganggur?

TRIBUNBATAM.id- Sejak kasus penyelundupan barang mewah di pesawat Garuda Indonesia mencuat, nama Ari Askhara seolah tak henti jadi pemberitaan.

Mulai dari keputusan Menteri BUMN Erick Thohir buat memecatnya, hingga dugaan perselingkuhannya dengan pramugari.

Kini dikabarkan pula bahwa I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara sudah diberhentikan dari seluruh jabatannya di perusahaan anak cucu Garuda Indonesia.

Ia tak lagi menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) Garuda lantaran aksi tak terpuji yang dilakukan Ari Askhara menyelundupkan barang-barang mewah berupa Harley Davidson dan sepeda Brompton di pesawat pelat merah.

Penyelundupan yang dilakukan oleh Ari Askhara terbongkar setelah adanya pengecekan di pesawat milik PT Garuda Indonesia (Persero) Airbus A330-900 Neo, yang terparkir di hanggar PT Garuda Maintenance Facility (GMF), pada pertengahan November lalu.

Atas tindakan yang dilakukan oleh Ari, negara mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.

Setelah Pecat Ari Askhara, Erick Thohir Temukan Dugaan Penyelewengan Dana CSR Garuda Indonesia

Watak Asli Ari Askhara Akhrinya Dibongkar Sandiaga Uno: Saya Kenal Dekat Dia

Seperti diberitakan Kompas.com sebelumnya, Menkeu Sri Mulyani Indrawati memaparkan bahwa motor Harley Davidson tipe Shovelhead 1972 tersebut seharga Rp 800 juta.

Sedangkan sepeda Brompton diperkirakan seharga Rp 50 juta hingga Rp 60 juta per unit.

"Dengan demikian, total kerugian negara potensinya adalah Rp 532 juta hingga Rp 1,5 miliar," ujar Sri Mulyani.

Halaman
123
Editor: Anne Maria
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved