Sri Mulyani Alami Ini Setelah Turunkan Ambang Batas Pembebasan Pajak & Bea Masuk Impor e-commerce

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menurunkan ambang batas pembebasan pajak dan bea masuk impor e-commerce.

Sri Mulyani Alami Ini Setelah Turunkan Ambang Batas Pembebasan Pajak & Bea Masuk Impor e-commerce
kompas.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani 

TRIBUNBATAM.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menurunkan ambang batas pembebasan pajak dan bea masuk impor e-commerce.

Dalam aturan baru itu, ambang batas pembebasan pajak, dan bea masuk impor barang e-commerce dari 75 dollar AS (Rp 1.050.000) menjadi 3 dollar AS atau setara dengan Rp 42.000 (kurs Rp 14.000).

Karena kebijakan baru itulah Sri Mulyani mendapatkan petisi.

Selain kepada Sri Mulyani, petisi tersebut juga diajukan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi.

Petisi yang diajukan melalui laman change.org tersebut dimulai oleh Irwan Ghuntoro pada Selasa (24/12/2019) dan sudah ditandatangani 247 orang dari target 500 orang.

Begini Cara Sri Mulyani Tanamkan Nilai-nilai Toleransi Kepada Pegawai Kemenkeu Agar Tidak Radikal

Di dalam paparannya, Irwan mengatakan penjual importir kecil dan supplier dropshiping online shop serta pengrajin yang membutuhkan bahan baku yang tidak ada di Indonesia merasa terjerat dengan penurunan ambang batas tersebut.

Menurut Irwan, penurunan ambang batas bisa memengaruhi kreativitas anak bangsa hingga meningkatkan jumlah pengangguran.

"Banyak nya penjual online shop, drop shiping terutama di kalangan masyarakat, nah di sini apa yang mereka jual 80 persen barang yang di jual berasal dari impor, jika impor dipersulit lagi maka berapa besar distributor mereka yang tutup, dan sebagian besar dari mereka akan menganggur," ujar dia.

Dia pun meminta agar otoritas kepabeanan mengembalikan ambang batas nilai barang impor via e-commerce ke level 75 dollar AS.

"Mau jadi apa bangsa ini jika harus terisolasi? Kembalikan nilai wajib pajak 75 dollar AS atau lebih dari 75 dollar AS jika bisa," lanjutnya.

Menkeu Sri Mulyani Ingatkan Indonesia Untuk Waspada Terkait Pemakzulan Presiden Trump

Halaman
123
Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved