PILWAKO BATAM
Jika Gagal Kumpulkan Dukungan, Balon Wali Kota Batam Rian Ernest Bakal Sudahi Pertarungannya
Syarat pencalonan jalur independen, paling tidak Rian harus mengumpulkan 49 ribu dukungan masyarakat Batam. Dia akan terus berjuang demi itu
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Bakal calon Wali Kota Batam 2020, Rian Ernest menegaskan komitmennya, untuk maju pemilihan wali kota (pilwako) Batam dari jalur independen hingga batas akhir.
Demi komitmennya itu, paling tidak Rian mesti mengumpulkan 49 ribu dukungan dari masyarakat Batam, diantaranya dalam bentuk fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai syarat pencalonan jalur independen.
Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi Rian.
Tak mau pesimis, Rian dan Relawan Batam Baru bekerja keras turun ke lapangan, demi mengumpulkan dukungan dari masyarakat sampai tenggat waktu yang ditentukan, Februari 2020.
“Jalur independen adalah jalur yang berat, mengumpulkan tanda tangan itu tidak mudah,” ungkap Rian saat berkunjung ke Kantor Tribun Batam, Sabtu (28/12/2019).
Rian menjelaskan, tujuannya memilih jalur independen karena jalur ini dianggapnya merupakan bukti konkret sistem demokrasi yang paling dasar.
• Lawan Mafia, Balon Wali Kota Batam Rian Ernest Pernah Kena Teror, Begini Ceritanya
• Taksi Konvensional & Online di Batam Ribut, Rian Ernest : Pemko Harus Tegas, Jangan Lepas Tangan
“Maju independen bagi saya adalah salah satu bukti konkret demokrasi yang paling dasar. Dimana ada seseorang yang membawa gagasan dan harus disetujui juga oleh warganya,” ujar Rian.
Lantas, bagaimana jika gagal ikut kontestasi politik di Batam tahun depan. Apa yang akan dilakukan Rian?
Apabila sampai tenggat waktu jumlah dukungan yang terkumpul tidak mencukupi, maka Rian akan menyudahi pertarungannya di Pilwako Batam 2020.
“Independen adalah komitmen, saya tidak ingin hanya mengejar kemenangan cepat tapi saya dilabeli sebagai orang yang tidak konsisten,” tegasnya.
Menurut Rian, cita-cita Batam Baru yang dia bawa merupakan komitmen dua arah, bukan hanya Rian dan Yosi wakilnya, melainkan juga dari warga Batam itu sendiri.
• Kapolsek Nongsa Sebut Truk Sampah Bawa Mayat Bayi Datang Dari Pasir Putih Batam
• IPM Kepri Undang Bakal Calon Wali Kota Batam Dialog Publik, Ini Tujuannya
Ketika ide Batam Baru diterima, menurut Rian warga yang mempunyai harapan sama akan rela mengumpulkan dukungan untuknya.
“Artinya kalau KTP dan tanda tangannya tidak terkumpul ya cita-cita Batam Baru ini belum diharapkan. Kita komitmen independen sampai akhir,” sambung Rian.
Cita-cita Batam Baru merupakan gagasan dari Rian untuk membawa Batam ke arah yang lebih moderen, yang baik secara birokrasi, dan maju secara ekonomi.
Rian optimis kalau cita-cita yang dibawanya ini akan diterima oleh warga Batam.
“Saya masuk ke Batam ini untuk menang, maka dari itu saya memilih untuk independen,” tutup Rian.
HM Rudi Kembali Gandeng Amsakar? Rian Ernest : Saya Tidak Takut
Sementara itu, pertarungan Pemilihan Walikota (Pilwako) Batam tahun depan kembali menarik untuk dinanti.
Apalagi, santer terdengar jika sosok HM Rudi akan kembali berpasangan dengan wakilnya saat ini di Pemerintah Kota Batam, Amsakar Achmad.
Sebagai petahana, tentu keduanya memiliki keuntungan tersendiri. Baik secara ketokohan maupun kinerja selama satu periode jabatan.
Menanggapi itu, salah satu sosok baru dalam pencalonan pemilihan kepala daerah (pilkada) Batam nanti, Rian Ernest tak merasa khawatir.
Bahkan dia tak gentar sedikit pun jika nantinya HM Rudi akan kembali menggandeng Amsakar Achmad di Pilwako Batam 2020.
"Politik itu soal menjemput harapan. Mau lawan saya petahana, elit politik Batam, Kepri atau Nasional, saya tak takut," tegasnya kepada Tribun Batam, Rabu (18/12/2019).
• Hari Jadi Batam ke 190 Tahun, Masyarakat Ingin Batam Kembali Jaya Seperti Dulu
• Tukang Gali Kubur Jadi Kepala Desa, Kalahkan Suara Petahana yang Sudah Popular
Rian justru mengatakan, dengan banyaknya pilihan jelang Pilwako Batam nanti adalah suatu hal menarik. Sebab, masyarakat Batam akan diberikan banyak pilihan untuk menilai pembaharuan yang akan dibawa ke depannya.
"Jika Pak Rudi dan Pak Amsakar kembali berpasangan, masyarakat justru tak diberikan pilihan baru atau lebih variatif dan menantang," sambungnya.
Walau secara pembangunan sarana prasarana telah mumpuni, namun Rian sedikit memberi kritiknya untuk pengelolaan dan pengangkutan sampah beberapa daerah yang telah dia kunjungi selama di Batam.
"Data menunjukkan jika sekitar 20 persen terkait pengelolaan sampah masih belum tercakup dengan baik. Ini menjadi perhatian saya," ungkapnya.
Sejauh ini, Rian optimis jika dirinya akan membuat sejarah baru di Kota Batam. Bahkan baginya, maju secara independen justru lebih menantang walau dirinya juga masih awam di mata masyarakat Batam.
"Jalur independen adalah jalur politik yang dibangun dua arah. Ada figur dan calon pemilih, jadi pendidikan politik lebih kental terasa," pungkasnya.
Sampai saat ini, Rian mengakui jika timnya telah berhasil mengumpulkan sebanyak 2 ribu dukungan warga Batam dengan mengumpulkan kartu tanda penduduk (KTP) masing-masing dari relawan itu.
Dia bahkan juga telah membangun komunikasi politik ke beberapa tokoh politik senior di Batam. (tribunbatam.id/ardana nasution/ichwannurfadillah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/12122019rian-ernest.jpg)