Selasa, 7 April 2026

PILWAKO BATAM

Lawan Mafia, Balon Wali Kota Batam Rian Ernest Pernah Kena Teror, Begini Ceritanya

Bakal calon Wali Kota Batam 2020, Rian Ernest mengaku pernah diteror orang tak dikenal. Lantaran mengurusi soal reklamasi di DKI Jakarta

Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/ARDANA NASUTION
Bakal Calon Walikota Batam jalur independen Rian Ernest di Kantor Tribun Batam, Sabtu (28/12/2019) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Bakal calon Wali Kota Batam 2020, Rian Ernest mengaku pernah diteror orang tak dikenal.

Saat itu Rian yang maju pemilihan wali kota (pilwako) Batam dari jalur independen ini, menjabat sebagai staf Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok.

Teror datang, ketika Rian berusaha membenahi suatu sistem.

Pengalaman diteror itu, diceritakan Rian saat berkunjung ke kantor Tribun Batam.



“Saat itu di DKI Jakarta sedang ada kasus reklamasi. Di situ saya tahu bahwa ini memang kasus besar,” tutur Rian, Sabtu (28/12/2019).

Sebagai staf bidang hukum Gubernur DKI Jakarta kala itu, tugas Rian adalah memeriksa dan membenahi dokumen-dokumen terkait reklamasi.

Itu demi memastikan pimpinannya Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok tak terganjal permasalahan hukum.

Kapolsek Nongsa Sebut Truk Sampah Bawa Mayat Bayi Datang Dari Pasir Putih Batam

Taksi Konvensional & Online di Batam Sering Ribut, Frengki : Sudah Sering Diingatkan, Tahan Diri

Rian mengakui, memang sudah diperingatkan oleh teman-temannya agar berhati-hati.

Karena kasus yang ditanganinya melibatkan orang-orang besar.

“Pada satu titik, server saya sempat diretas. Padahal di situ berisi folder-folder penting berisi bukti yang akan saya serahkan kepada penegak hukum,” ungkapnya.

Karena sibuk mengurusi file-file yang hilang, membuat Rian harus terlambat ke pertemuan lain.

Akhirnya Rian harus meninggalkan mobilnya dan menaiki Trans Jakarta.

Lolos Dari Pidana Mati, Mantan Menteri Ini Dipenjara Seumur Hidup Gegara Terima Suap

Belanja ke Pasar Bawa Uang Palsu Rp 9,6 Juta, Hermawati Diamankan Polisi

“Karena telat, saya jadi harus naik busway, dan mobil saya tinggalkan,” sambungnya.

Betapa terkejutnya Rian, ketika pulang mendapati mobilnya sudah terbuka.

“Ketika saya kembali mobilnya sudah terbuka, tapi kuncinya tidak ada yang rusak. Saya terkejut, jadi saya sadari kalau melawan sistem itu ada risikonya,” kata Rian melanjutkan.

Namun begitu, Rian tetap optimis selama yang dia lakukan benar pasti ada yang akan menjaga dirinya.

Rian menyadari bahwa berkecimpung di dunia politik itu tidak mudah.

Ketika seseorang berusaha membenahi sistem yang rusak pasti akan ada risikonya.

“Di dunia politik itu cuma dua pilihannya, antara mulia atau haram. Tidak bisa ditengah-tengah,” ujarnya.

HM Rudi Kembali Gandeng Amsakar? Rian Ernest : Saya Tidak Takut

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved