Detik-detik Menegangkan Jenderal Iran Tewas Diserang Rudal AS, Rekaman CCTV Beredar

Detik-detik terbunuhnya Jenderal Iran Qasem Soleimani oleh serangan rudal AS terekam CCTV.

tasnimnews
Mayor Jenderal Qassem Soleimani, Komandan Pasukan Khusus Iran 

#Detik-detik Menegangkan Jenderal Iran Tewas Diserang Rudal AS, Rekaman CCTV Beredar

TRIBUNBATAM.id -  Jenderal Iran, Qasem Soleimani, terbunuh akibat serangan rudal AS.

Detik-detik terbunuhnya Jenderal Iran Qasem Soleimani oleh serangan rudal AS terekam CCTV.

Soleimani tewas bersama pemimpin milisi Hashed al-Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis, di Bandara Internasional Baghdad, Irak.

Rekaman CCTV yang beredar memperlihatkan, konvoi Jenderal Iran itu dan Muhandis terbakar setelah dihantam rudal dari drone AS.

Selain Soleimani, Brigadir Jenderal Hussein Jafari Nia dan Mayor Jenderal Hadi Taremi yang notabene figur Garda Revolusi juga tewas dalam serangan.

Berkabung atas Kematian Jendral Qassem, Iran Bersumpah Balas Dendam, Hastag #Worldwar3 Trending

Komandan Pasukan Quds Iran Tewas Karena Serangan Rudal, Pentagon AS: Atas Arahan Presiden

Dilansir Daily Mirror Jumat (3/1/2020), Soleimani dilaporkan "tewas tercabik-cabik" dalam serangan rudal itu.

Menurut penuturan pejabat anonim AS, setidakya ada empat rudal yang secara presisi menghantam rombongan Soleimani.

Teheran sudah menyatakan serangan itu sebagai "pembunuhan", dengan kelompok Hezbollah berseru mereka akan melakukan balas dendam.

Sementara AS mengklaim, mereka harus melenyapkan Soleimani karena dia merencanakan penyerangan terhadap diplomat dan militer mereka di Irak.

Melalui Pentagon, serangan tersebut merupakan upaya Negeri "Uncle Sam" untuk mencegah adanya kekerasan lanjutan di masa depan.

Adapun dalam kicauannya di Twitter, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Qasem Soleimani seharusnya "dibunuh" bertahun-tahun silam.

Presiden 73 tahun itu berkata, Soleimani bertanggung jawab atas kematian warga AS, dan "ketahuan" berada di Bandara Baghdad.

Perdana Menteri sementara Irak, Adel Abdul Mahdi mengatakan, serangan udara itu adalah pelanggaran atas kedaulatan mereka, dan bisa memantik perang.

 

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menyerukan "pembalasan dendam" atas "penjahat yang sudah menumpahkan darah Soleimani".

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved