Konflik Laut Natuna
UPDATE Konflik Laut Natuna, Kapal China Kekeh Bertahan, TNI AL Tambah 4 Kapal Perang
"Sampai hari ini kita belum menemui kata sepakat, dan mereka masih (bertahan) ditempat itu. Dan nanti kita akan gerakkan lagi dua unsur, dan dua unsur
UPDATE Konflik Laut Natuna, Kapal China Kekeh Bertahan, TNI AL Tambah 4 Kapal Perang
TRIBUNBATAM.id - Konflik di Laut Natuna antara Indonesia dengan China hingga saat ini belum menemui titik terang.
Terbaru, Kapal Coast Guard dan kapal ikan asing milik China memilih bertahan di wilayah ZEE Indonesia.
Menanggapi hal itu, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan 1 (Pangkogabwilhan 1), Laksdya TNI Yudo Margono akan menambah 4 kapal perang atau KRI ke Laut Natuna.
Dikutip Tribunbatam.id dari youtube tvOneNews, langkah tersebut diambil setelah Yudo Margono mendapati Kapal Coast Guard dan kapal ikan asing milik China masih bertahan di wilayah Laut Natuna melalui pemantauan udara, Senin (5/1/2020).
Sebelumnya, pihak TNI sudah mengerahkan dua unsur KRI untuk memantau dan operasi di perairan Natuna.
"Kemarin baru kita kirim dua, supaya melakukan komunikasi aktif dan dapat mengusir secara persuasif dan tidak terdapat benturan", kata Yudo Margono.
Namun usaha pihak TNI untuk mengusir Kapal Coast Guard dan kapal ikan milik China tidak membuahkan hasil.
Untuk itu, Yudo Margono emenginstruksikan jajaran TNI untuk menambah kekuatan dengan mengerahkan tambahan 4 kapal perang ke Perairan Natuna.
"Sampai hari ini kita belum menemui kata sepakat, dan mereka masih (bertahan) ditempat itu. Dan nanti kita akan gerakkan lagi dua unsur, dan dua unsur dalam perjalanan jadi total nanti 6 unsur akan disana ( Perairan Natuna)," jelas Yudo Margono.
Pesawat Patroli TNI AL Pergoki 30 Kapal Asing Langgar Batas ZEE di Laut Natuna
Sebanyak 30 kapal asing tertangkap kamera pesawat patroli udara Angkatan Laut (AL) yang diketahui melanggar batas ZEE di Laut Natuna.
Tampak kapal asing tengah melintasi perairan Laut Natuna Utara.
KRI Tjiptadi 381 dan Teuku Umar berlayar bersama ratusan personil gabungan al darat udara untuk perpatroli memantau kapal asing yang memasuki perairan indonesia.
Terlihat pula dalam tayangan YouTube Kompas TV yang Tribunnews akses, visual kapal laut asing yang tengah melakukan aktivitas penangkapan ikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/05012020_laksamana-madya-tni-yudo-margono.jpg)