Senin, 27 April 2026

Presiden AS Donald Trump Ngetwit, Iran Tak Bakal Punya Senjata Nuklir

Cuitan itu diperkirakan respon Trump atas keputusan pemerintah Iran melanjutkan program nuklir, dan peningkatan kapasitas pengayaan uranium sebagai ba

Editor: Eko Setiawan
Kompas.com
Donald Trump 

TRIBUNBATAM.id  Donald Trump tidak hentiknya memberikan perlawanan terhadap Iran.

Kali ini melalui akun Twitter miliknya, ia berkomentar dengan cara tidak biasa.

Presiden AS Donald Trump membuat twit misterius di akun Twitternya (terverifikasi), Senin (6/1/2020) malam WIB atau pukul 10.00 waktu Washington.

Cuma Masalah Api Rokok, Remaja 15 Tahun Ditikam Hingga Sekarat, Pelaku Diamankan Polisi

Reynhard Sinaga, Mahasiswa Indonesia Terdakwa Perudapaksa 190 Pemuda Inggris Catat Rekor Dunia

Pasangan Kekasih Mesum di Pinggri Lapangan Bola, Videonya Nyebar dan Jadi Pembahasan

“IRAN WILL NEVER HAVE A NUCLEAR WEAPON!”. Demikian cuitan Trump, yang langsung disambar berbagai media online, termasuk Sputniknews.com sebagai Breaking News.

Cuitan itu diperkirakan respon Trump atas keputusan pemerintah Iran melanjutkan program nuklir, dan peningkatan kapasitas pengayaan uranium sebagai bahan senjata nuklir.

Sekurangnya melakukan serangan terbatas di sasaran-sasaran terkait program nuklir Iran.

Militer Israel pernah menggelar serangan udara ke sejumlah reaktor nuklir Iran.

Pria Ini Nekat Racuni Temannya Pakai Racun Tikus, Gasak Mobil Truk dan 48 Sak Semen

Terungkap Kegelisahan Novel Baswedan Usai di Periksa, Khawatir Pasal yang Diterapkan Tidak Tepat

Pasangan Kekasih Mesum di Pinggri Lapangan Bola, Videonya Nyebar dan Jadi Pembahasan

Keputusan meningkatkan kapasitas pengayaan uranium itu diumumkan Minggu (5/1/2020).

Iran mempertimbangkan kebutuhan teknis mereka untuk penelitian dan pengembangan, dalam koridor traktar JPOA.

Ini perjanjian multi pihak yang mengikat Iran, namun JPOA ditinggalkan AS menyusul keputusan Trump menarik diri dari traktat yang diikuti Rusia, Cina, Jerman, Inggris dan Prancis itu.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menegaskan keputusan terbaru iran terkait program nuklir itu tetap dalam koridor Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) 2015.

Terkait itu Iran menurut Javad Zarif akan terus bekerjasama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

"Kerja sama penuh Iran dengan IAEA akan berlanjut," kata Zarif dikutip kantor berita FARS News.

Langkah itu diambil Iran diperkirakan sebagai bagian strategi pembalasan atas terbunuhnya Mayjen Qassem Soleimani, Kepala Pasukan Quds Garda Republik Islam Iran.

Wakil Presiden Iran dan Kepala Organisasi Manajemen dan Perencanaan (MPO) Mohammad Baqer Nobakht menegaskan, tekanan AS dan pembunuhan tokoh Iran takkan mampu memaksa Teheran mundur dari rencana-rencananya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved