Selasa, 7 April 2026

Konflik Laut Natuna

Datang ke Natuna, Presiden Jokowi Tegaskan Natuna Milik Indonesia

Di hadapan sejumlah nelayan di Selat Lampa, Kabupaten Natuna, Jokowi menegaskan agar tidak ada pihak yang ragu akan sikap Pemerintah Indonesia.

|
(KOMPAS/WISNU WIDIANTORO)
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Datang ke Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, Jokowi tegaskan Natuna merupakan bagian dari Republik Indonesia. Ia meminta jangan ada pihak yang ragu dengan sikap Pemerintah Indonesia itu. 

TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, Rabu (8/1/2020). 

Dalam kunjungannya itu, Presiden Jokowi melihat secara langsung Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa, Kabupaten Natuna. Presiden juga bertemu dengan nelayan di lokasi tersebut. 

Dalam pertemuannya, Jokowi menegaskan Natuna merupakan milik Indonesia.

"Hari ini saya datang ke sini (Natuna) ingin memastikan dan memberitahukan kepada bapak, ibu dan saudara-saudara semuanya, Natuna adalah teritorial kita," ucap Jokowi yang dilansir dari kanal YouTube metrotvnews, Rabu (8/1/2020).
Jokowi menegaskan agar tidak ada sejumlah pihak yang ragu akan sikap Pemerintah Indonesia soal konflik laut Natuna. 

"Kenapa ini saya sampaikan? Di Natuna ada penduduknya sebanyak 81 ribu. Di sini juga ada bupatinya, gubernur dan semuanya. Jangan sampai ada yang bertanya dan meragukan," ujarnya.

Jokowi menegaskan, tidak boleh ada tawar-menawar untuk kedaulatan.

"Sekali lagi, kedaulatan itu tidak bisa dan tidak ada yang namanya tawar-menawar," tegas Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menanggapi terkait kapal-kapal Cina yang masuk di wilayah perairan Natuna.

Mantan Wali Kota Surakarta ini mengaku telah mengonfirmasi kepada Panglima TNI terkait posisi kapal-kapal asing tersebut.

"Kita juga harus tahu apakah kapal negara asing masuk kedalam teritorial kita atau tidak. Saya sudah tanyakan ke Panglima. Tidak ada yang masuk ke teritori kita. Tidak ada. Yang ada masuk ke Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Itu semua kapal bisa lewat," katanya.

Presiden juga meminta agar semua pihak dapat membedakan antara wilayah teritorial dengan ZEE Indonesia.

"Tolong ini dibedakan, kalau dicampur aduk nanti kita bingung. Tapi hati-hati kalau dia (kapal asing) mencuri ikan, itu baru boleh diusir atau ditangkap," jelas Jokowi.

Setelah bertemu nelayan, Jokowi menyambangi pelabuhan di Teluk Lampa Natuna tempat KRI Usman Harun sandar.

Dikutip dari laman resmi Sekretariat Presiden, kepala negara beserta rombongan lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Jokowi dan rombongan tiba di Pangkalan TNI AU Raden Sadjad pukul 09.10 WIB.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved