Sabtu, 18 April 2026

Konflik Laut Natuna

Datang ke Natuna, Presiden Jokowi Tegaskan Natuna Milik Indonesia

Di hadapan sejumlah nelayan di Selat Lampa, Kabupaten Natuna, Jokowi menegaskan agar tidak ada pihak yang ragu akan sikap Pemerintah Indonesia.

|
(KOMPAS/WISNU WIDIANTORO)
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Datang ke Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, Jokowi tegaskan Natuna merupakan bagian dari Republik Indonesia. Ia meminta jangan ada pihak yang ragu dengan sikap Pemerintah Indonesia itu. 

Jokowi disambut oleh Plt. Gubernur Kepulauan Riau, H Isdianto, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I TNI, Laksamana Madya TNI Yudo Margono.

Selain itu, turut hadir Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI MS Fadilah, dan Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol Andap Budi Reviato juga turut menyambut kedatangan Presiden RI ini.

Adapun agenda Jokowi menuju ke Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa, Kabupaten Natuna.

Di tempat tersebut, Presiden Jokowi dijadwalkan akan meninjau sejumlah kapal.

Ia dijadwalkan akan berkunjung ke Kantor Bupati Kabupaten Natuna.

Di tempat itu, Jokowi akan membagikan sertifikat hak atas tanah untuk rakyat.

Dalam kunjungan kerjanya di Natuna, ayah Gibran Rakabuming ini terlihat didampingi oleh sejumlah menteri di Kabinet Indonesia Maju.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Ahmad Muzani sepakat  dengan pernyataan Presiden Joko Widodo terkait persoalan di Natuna. 

Presiden sebelumnya menegaskan tidak ada tawar menawar terkait konflik di Natuna yang berawal dari pelanggaran kedaulatan oleh kapal Cina.

Meski demikian, Ahmad Muzani menyebut, persoalan tetap diselesaikan melalui cara diplomasi, terutama masalah internasional seperti Natuna

"Sepakat 1.000 persen. Tidak ada tawar menawar dalam upaya diplomasi menjaga kedaulatan bangsa, baik laut, darat dan udara," tegasnya di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (8/1/2020) seperti dilansir Tribunnews.com.
Ia menilai, kedatangan Jokowi ke Natuna untuk memberi penguatan dan semangat kepada masyarakat.
Di sisi lain, kedatangan Jokowi membuktikan pemerintahan pusat memberi perhatian besar terhadap masalah tersebut.

Muzani mengingatkan untuk tidak menghadapi masalah dengan reaktif, karena hanya akan membawa masalah baru dan belum tentu duduk persoalannya yang didengar itu benar.

"Itu juga memberi pesan bahwa kita mengedepankan diplomasi dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang kita hadapi," ucapnya.

Ahmad Muzani menegaskan, pemerintah harus waspada seraya mengedepankan sikap diplomasi terkait masalah Natuna.(Tribunnews.com/Isnaya Helmi Rahma)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bertemu Nelayan, Jokowi: Natuna Milik Indonesia!

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved