VIRAL Pasangan Lansia Tega Pertaruhkan Nyawa Cucu Demi Selamatkan Kucing di Gedung Lantai 4
satu pasangan lansia di China menghadapi kecaman setelah mereka berusaha untuk menyelamatkan kucing kesayangan mereka.
VIRAL Pasangan Lansia Tega Pertaruhkan Nyawa Cucu Demi Selamatkan Kucing di Gedung Lantai 4
TRIBUNBATAM.id- Memiliki hewan peliharaan tentu membuat kita bisa menyalurkan perasaan kasih sayang bagi sesama mahluk hidup.
Sehingga tak heran, hewan peliharaan sering diperlakukan sebagai bagian dari keluarga.
Namun, satu pasangan lansia di China menghadapi kecaman setelah mereka berusaha untuk menyelamatkan kucing kesayangan mereka.
Pasangan lansia itu mempertaruhkan nyawa cucu mereka sendiri untuk menyelamatkan kucing yang terjebak di ketinggian.
Pasangan dari Sichuan itu terlihat mengikat bocah laki-laki berusia tujuh tahun dari lantai lima sebuah gedung dengan tali.
Melansir dari Asia One, bocah itu kemudian dipaksa menyelamatkan kucing yang terdampar pada Minggu (5/1/2020).
Cuplikan dari misi penyelamatan yang tidak lazim menunjukkan pasangan itu menurunkan bocah laki-laki dari lantai lima ke langkan jendela lantai tiga ketika banyak orang yang ketakutan berteriak dalam bahasa Mandarin, "Kamu mungkin jatuh! Berbahaya!"
Tanpa menghiraukan peringatan itu, bocah lelaki itu, yang diikat dengan tali diikatkan di sekeliling tubuhnya, berjalan terseok-seok di ambang jendela untuk mencapai kucing di lantai empat.
Pasangan itu lalu menarik anak itu kembali ke atas ketika dia memegangi kucing itu di tangannya.
Netizen China mempertanyakan apakah pasangan itu lebih menghargai kehidupan kucingnya daripada cucu mereka sendiri.
Netizen juga mengkritik mereka karena membahayakan nyawa bocah itu.
Beberapa netizen yang geram dengan kelakuan pasangan lansia itu berkomentar:
• VIRAL Pemuda 19 Tahun Palsukan Tanda Tangan Ibunda Demi Nikahi Nenek 58 Tahun, Keluarga Geruduk KUA
• Pegawai Resto Kepergok Pasang Kamera Pengintai di Toilet Wanita, Videonya Viral di Medsos
"Kamu tidak bisa menghitung. Kucing punya sembilan nyawa. Cucumu hanya punya satu nyawa."
"Bagaimana orang normal bisa mendapatkan ide semacam ini?"