Dianggap Lembek Sikapi Konflik Natuna, Prabowo: Negara Kita Demokrasi

Menurut Prabowo, tidak masalah masyarakat menganggap lembek dirinya terkait konflik di Laut Natuna. Namun dirinya menegaskan akan tetap menjaga NKRI.

Dianggap Lembek Sikapi Konflik Natuna, Prabowo: Negara Kita Demokrasi
Tangkapan layar TVR Parlemen
Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto 

Menurut Prabowo, teritorial kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah 12 mil dari garis pantai dan lebih dari itu merupakan zona ekonomi khusus.

"Kapal manapun boleh masuk-keluar, tapi kalau eksploitasi ikan atau mineral, itu harus kerjasama, harus izin kita," papar Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra itu menyebut, masuknya kapal China ke ZEE Indonesia bisa diselesaikan secara baik.

"Ya kita cool saja, selalu saya katakan," ucap Prabowo.

Menyusul adanya peristiwa tersebut, Prabowo menyebut wilayah-wilayah strategis di Indonesia akan dibuat pangkalan penjagaan laut dari beberapa unsur.

"Tidak hanya di Natuna kita mau bikin pangkalan, di Indonesia Timur, di beberapa tempat strategis seluruh Indonesia," kata Prabowo.

Komentar Fadli Zon

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menolak anggapan yang menyebutkan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto lembek menyikapi polemik di Natuna.

Menurut Fadli Zon, Prabowo berusaha realistis dengan keadaan.

"Saya kira bukan lembek, tapi Pak Prabowo itu berusaha realistis," kata Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/1/2020) seperti dilansir Tribunnews.com.

Menurutnya, Prabowo menyadari Indonesia saat ini memang tidak memiliki kekuatan militer yang mumpuni jika berhadapan langsung dengan Cina.

Karena itu, Prabowo memberikan pernyataan realistis soal bagaimana mempertahankan wilayah tanpa melakukan perang terbuka.
Halaman
123
Editor: Septyan Mulia Rohman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved