BATAM TERKINI

Jadi Destinasi Wisata Baru, Revitalisasi Museum Raja Ali Haji Batam Segera Rampung, Ini Konsepnya

Revitalisasi Museum Raja Ali Haji di Batam, Kepri segera rampung. Museum ini diharapkan jadi daya tarik baru bagi wisatawan

|
Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Wisatawan mancanegara dengan latar belakang bangunan bekas MTQ Nasional di Batam. Bangunan itu nantinya akan dijadikan museum dan diberi nama Museum Raja Ali Haji. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Revitalisasi Museum Raja Ali Haji di Batam, Kepri segera rampung. Keberadaan museum Batam ini diharapkan jadi daya tarik baru bagi wisatawan domestik dan mancanegara.

Hal ini seperti disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata.

"Museum ini untuk memenuhi kebutuhan warga Batam dan wisman untuk mengetahui sejarah peradaban Batam. Pekerjaan revitalisasinya hampir rampung " kata Ardiwinata sebagaimana rilis yang diterima Tribunbatam.id, Jumat (10/1/2020).

Disebutkannya, museum juga bisa menjadi destinasi baru bagi siswa untuk belajar tentang kebudayaan Batam. Karena konsep yang ditampilkan museum yang berlokasi di Dataran Engku Putri, Batam Centre ini menggambarkan perjalanan sejarah Batam sejak masa Kerajaan Riau Lingga hingga Batam saat ini.

"Konsep timeline, mulai dari Kerajaan Riau Lingga, Belanda, Temanggung Abdul Jamal, Jepang, masa Kemerdekaan Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kepri, Otorita Pertama, BJ Habibie, Kota Administratif, masuk Sejarah Astaka, Khasanah Melayu, dan infrastruktur atau Batam sekarang," terangnya.

Museum yang dulunya merupakan Gedung Astaka MTQ Nasional ke- 25 tahun 2014 dibangun dua lantai. Perasaan nyaman akan langsung dirasakan pengunjung begitu masuk kedalam museum.

5 Tokoh Indonesia Ini Masuk Museum Madame Tussauds, Agnez Mo Hingga Presiden Jokowi

Panduan Wisata Lengkap Liburan ke Ninja Museum of Igaryu Jepang


Di setiap dinding terdapat pajangan foto dari masa ke masa, lengkap dengan narasinya, sehingga pengunjung dapat mengetahui sejarah masa ke masa.

"Misalnya zaman kerajaan Riau Lingga," ujarnya.

Ia menjelaskan, revitalisasi museum ini mendapatkan anggaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Selain foto, isi museum juga dilengkapi dengan keramik kuno peralatan upacara adat dan peninggalan bersejarah lainnya.

"Ada banyak benda bersejarah yang bisa diketahui ketika mereka berkunjung ke Museum Batam," pungkasnya.

Bekas Astaka MTQ di Dataran Engku Puteri Batam Kini Bernama Museum Raja Ali Haji

Nama pahlawan Raja Ali Haji diabadikan sebagai nama Museum Batam.

Itu setelah Wali Kota Batam, Rudi meminta usulan dari sejumlah pihak terkait nama museum Batam.

"Namanya sudah kita pilih. Raja Ali Haji," kata Rudi dalam rilis yang diterima Tribun, Jumat (18/10).

Orang nomor satu di Pemko Batam itu mengatakan, nama Raja Ali Haji ia pilih berdasarkan hasil kajian dan masukan tim.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved